BOGOR — Kualitas udara di Kota Bogor tercatat berada di level sedang dengan skor 83 berdasarkan hasil pemantauan IPB University. Meski masih dalam batas aman untuk beraktivitas, Pemkot Bogor mengambil langkah antisipasi lebih awal untuk mencegah meluasnya dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Level sedang dalam indikator warna biru ini membuat Pemkot tidak melarang total aktivitas masyarakat, namun meminta seluruh kegiatan di luar ruangan tetap dibatasi. Kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Kemenkes Nomor KL.01.02/A/17765/2026 serta SE Gubernur Jawa Barat Nomor 119 dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.
PJJ Diterapkan Bertahap, Sekolah Diberi Waktu Bersihkan Ruangan
Keputusan meliburkan kegiatan belajar mengajar diambil untuk jenjang pendidikan paling bawah, termasuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Selama dua hari ke depan, petugas kebersihan sekolah akan melakukan pembersihan menyeluruh pada ruang kelas dan fasilitas belajar lainnya.
"Selama dua hari itu, pihak petugas kebersihan sekolah secara mandiri melakukan pembersihan. PJJ baru kita terapkan dua hari dengan menunggu hasil kualitas udara besok (Senin) sore," ujar Jenal Mutaqin usai memimpin rapat koordinasi di Balai Kota Bogor, Minggu (6/9/2026) malam.
Masker Prioritas untuk Anak-Anak dan Pekerja Lapangan
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menyiapkan sebanyak 250.000 masker medis yang akan didistribusikan secara bertahap. Sasaran pembagian masker ini diprioritaskan kepada kelompok yang paling rentan terhadap gangguan pernapasan.
Kelompok yang menjadi prioritas utama meliputi anak-anak, lansia, pekerja lapangan, serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta pada saluran pernapasan. Hal ini sesuai dengan arahan SE Kemenkes tentang perlindungan kesehatan masyarakat terhadap dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik.
Penyemprotan Jalan Protokol Dilakukan Malam Hari
Mulai Minggu (6/9/2026) malam, Pemkot Bogor mengerahkan armada untuk menyemprot jalan-jalan protokol dan fasilitas publik. Area pedestrian serta tanaman di sepanjang jalan juga menjadi sasaran penyemprotan agar debu vulkanik tidak kembali beterbangan saat terkena sapu petugas kebersihan.
Langkah ini dilakukan agar proses pembersihan oleh petugas pasukan kuning di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada Senin pagi lebih efektif. "Khawatir kalau disapu dengan kondisi kering, justru akan tersebar debunya," jelas Jenal Mutaqin.
Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Diperkuat
Di luar pembagian masker, Dinkes Kota Bogor juga meningkatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di seluruh puskesmas wilayah. Hal ini untuk memastikan tidak ada warga yang mengalami gangguan kesehatan serius akibat menghirup abu vulkanik dalam beberapa hari terakhir.
Pemkot Bogor memastikan penanganan dampak abu vulkanik ini akan berjalan berkelanjutan. Koordinasi harian akan dilakukan bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk berkoordinasi dengan instansi vertikal, Kepolisian, dan TNI.