JAWA BARAT — Kemenangan atas PSS Sleman seharusnya bisa berakhir lebih nyaman bagi Bali United. Tim asuhan Johnny Jansen sempat memegang kendali penuh, bahkan unggul jauh sebelum lawan memperkecil keadaan di penghujung laga.
Kondisi itu membuat pelatih asal Belanda tersebut menyoroti proses permainan, bukan sekadar hilangnya fokus pemain. Menurut Jansen, ada celah yang dibiarkan terbuka dan dimanfaatkan lawan.
Johnny Jansen Soroti Penyelesaian Akhir, Bukan Sekadar Konsentrasi
Jansen menilai anak asuhnya sudah tampil bagus dan menciptakan banyak peluang. Masalahnya, peluang-peluang itu tidak semuanya berbuah gol.
"Saya rasa kami memainkan sepak bola yang bagus dan menciptakan banyak peluang, itu sangat penting sehingga kami bisa unggul 3-0, 4-0 dan kemudian pertandingan berhenti," kata Jansen.
"Tapi itulah yang harus kami lakukan sedikit lebih baik, karena terkadang kami memberikan peluang kepada lawan, tetapi kami menciptakan banyak peluang, jadi kami harus lebih banyak menyelesaikannya. Itulah tujuan utama," imbuhnya.
Bagi Jansen, ketajaman di depan gawang menjadi kunci. Semakin cepat peluang diselesaikan, semakin kecil risiko lawan bangkit di sisa pertandingan.
Mike Hauptmeijer: Gol Itu Berawal dari Peluang yang Terbuang
Penjaga gawang Bali United, Mike Hauptmeijer, melihat momen kebobolan dari sudut pandang berbeda. Kiper berusia 29 tahun itu menyebut gol PSS Sleman lahir dari serangan balik setelah peluang Bali United gagal dimanfaatkan.
"Bagi saya, yang penting adalah menjaga konsentrasi. Saya rasa pada pertandingan terakhir, kita sempat punya peluang untuk mencetak gol ketiga (menjadi 3-0)," tutur Hauptmeijer.
"Kita kehilangan bola, terkena serangan balik, dan lawan melepaskan umpan silang serta sundulan yang bagus, itulah sebabnya kita kebobolan gol tersebut," sambungnya.
Hauptmeijer menegaskan insiden itu bukan karena pemain kehilangan fokus. Menurutnya, kesalahan semacam itu bisa terjadi dan yang terpenting adalah memastikan tidak terulang.
"Tapi itu bukan karena pemain kurang konsentrasi atau semacamnya. Itu murni kesalahan yang bisa saja terjadi, dan ya, saya sangat berharap hal yang sama tidak terulang di pertandingan," pungkasnya.
Isenmulang Kalteng FC Jadi Ujian Perbaikan di Dipta
Laga melawan Isenmulang Kalteng FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi kesempatan Bali United memperbaiki dua hal sekaligus. Penyelesaian peluang dan menjaga konsentrasi hingga peluit panjang berbunyi.
Dua pekerjaan rumah itu muncul dari satu pertandingan yang sebenarnya berakhir dengan kemenangan. Jansen dan Hauptmeijer sepakat bahwa memperbanyak gol saat momentum berpihak akan membuat pertandingan lebih aman.
Bali United kini bersiap menjamu Isenmulang Kalteng FC pada Sabtu (12/9) malam. Duel pekan kedua ini menjadi ujian apakah catatan menit akhir pekan lalu benar-benar sudah dibenahi.