JAWA BARAT — Kekalahan 0-2 Manchester United dari Atletico Madrid di Liga Champions memicu polemik internal yang melibatkan Lisandro Martinez dan Direktur Teknik Jason Wilcox. Di sisi lain kota, Manchester City menghadapi tekanan berbeda setelah panel independen menyatakan klub bersalah atas sejumlah dugaan pelanggaran finansial.
Kekalahan Manchester United dari Atletico Madrid di Liga Champions menyisakan luka yang tidak berhenti di papan skor. Lisandro Martinez membuka suara dan mengarahkan kritik ke Direktur Teknik Jason Wilcox, mempertanyakan dukungan manajemen terhadap Michael Carrick di tengah performa tim yang goyah.
Lisandro Martinez Semprot Direktur Teknik, Soroti Dukungan ke Carrick
Kritik Martinez menyasar langsung ke kebijakan manajemen. Bek asal Argentina itu menilai dukungan kepada Carrick belum sepadan dengan tekanan yang dihadapi tim di lapangan.
Pernyataan Martinez memperlihatkan retakan di ruang ganti MU. Konflik internal seperti ini biasanya lebih sulit ditutup daripada kekalahan di kompetisi Eropa.
Roy Keane Sindir Bruno Fernandes dan Harry Maguire: Sibuk Podcast, Ruang Ganti Terabaikan
Legenda Manchester United, Roy Keane, ikut menambah panas situasi. Ia menyindir Bruno Fernandes dan Harry Maguire yang dinilai lebih sibuk mengungkapkan unek-unek di podcast ketimbang menjaga keharmonisan ruang ganti.
Sindiran Keane bukan tanpa alasan. Ia lama dikenal sebagai figur yang menempatkan soliditas tim di atas segalanya, dan melihat pemain senior membuka persoalan internal ke publik jelas bertentangan dengan prinsip itu.
Manchester City Diadili Panel Independen, Enzo Maresca Tolak Bandingkan dengan Calciopoli
Di sisi lain Manchester, masalah Manchester City datang dari ranah regulasi. Panel independen menyatakan klub bersalah atas sejumlah dugaan pelanggaran finansial, membuka jalan bagi sanksi yang bisa berdampak panjang.
Manajer Enzo Maresca menolak menyamakan kasus yang dihadapi City dengan skandal Calciopoli di Italia pada 2006. Perbandingan itu menurutnya tidak tepat karena konteks dan proses hukumnya berbeda.
Pernyataan Maresca setidaknya meredam spekulasi liar soal skala hukuman. Namun keputusan panel independen tetap menjadi bayangan yang sulit diabaikan di tengah kompetisi.
Dua Krisis Berbeda, Satu Kota yang Sama
Manchester United dan Manchester City menghadapi persoalan dengan akar yang berbeda. MU bergulat dengan keretakan internal setelah hasil buruk di Liga Champions, sementara City berurusan dengan integritas finansial klub di mata panel independen.
Dua klub sekota ini sama-sama menyita perhatian dunia sepak bola. Bagi MU, persoalan utama ada pada keharmonisan skuad dan arah kebijakan manajemen. Bagi City, taruhannya menyangkut reputasi dan stabilitas klub jangka panjang.
Krisis duo Manchester belum menunjukkan tanda reda. Yang jelas, keduanya menuntut penyelesaian berbeda: MU butuh rekonsiliasi di ruang ganti, City butuh kejelasan hukum atas putusan panel independen.