BANDUNG — Pertemuan di Gedung Sate itu menandai arah baru hubungan Jabar–Gyeongsangbuk-do yang sebelumnya bertumpu pada sektor olahraga. Erwan menyebut hubungan persahabatan kedua wilayah perlu ditingkatkan lewat kolaborasi yang memberi manfaat nyata bagi warga.
Menurut Erwan, kerja sama antardaerah menjadi salah satu cara memperluas jejaring internasional Jawa Barat. Jalur ini juga dinilai membuka peluang baru dalam pembangunan daerah.
Sektor Apa Saja yang Dibahas?
Ada empat bidang yang masuk pembahasan perluasan kerja sama: ekonomi, perdagangan, pengembangan sumber daya manusia, dan pariwisata. Keempatnya dibicarakan langsung oleh kedua wakil gubernur dalam forum bilateral.
Pertemuan berlangsung di Ruang Papandayan, Gedung Sate, Kota Bandung. Hwang Myeongseok hadir mewakili Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk-do pada Rabu (4/11/2026).
Dari Olahraga ke Ekonomi: Apa yang Berubah?
Selama ini kerja sama Jabar dan Gyeongsangbuk-do lebih banyak terjalin di bidang olahraga. Perluasan ke ekonomi dan perdagangan menjadi titik balik yang dibahas kedua pihak.
Erwan menegaskan, hubungan persahabatan saja tidak cukup. Kedua provinsi perlu masuk ke kerja sama produktif yang menyentuh sektor-sektor riil.
"Kami berharap hubungan ini tidak hanya menjadi hubungan persahabatan, tetapi juga dapat berkembang menjadi kerja sama yang produktif di berbagai sektor," ujar Erwan.
Jejaring Internasional dan Manfaat bagi Warga
Pemprov Jabar memposisikan kerja sama antardaerah sebagai instrumen perluasan jejaring internasional. Erwan menyebut kolaborasi itu harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua wilayah.
Pengembangan SDM masuk daftar sektor yang dijajaki, berdampingan dengan pariwisata dan perdagangan. Belum ada rincian program atau jadwal implementasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.