PURBALINGGA — Perjalanan Pesik Kuningan menuju babak 16 besar Piala Presiden Liga 4 Nasional 2026 tidak berjalan mulus. Tim asal Kabupaten Kuningan itu harus bersusah payah memastikan satu tiket kelolosan setelah hanya mampu menahan imbang tuan rumah Persibangga Purbalingga pada pertandingan yang berlangsung di kandang lawan.
Hasil Imbang dan Keberpihakan Laga Lain
Kepastian lolos Pesik baru didapat setelah kombinasi hasil pertandingan lain berpihak pada mereka. Di saat yang sama, Cimahi United yang menjadi pesaing utama justru harus gugur setelah dibantai oleh Martapura FC. Hasil itu menempatkan Pesik Kuningan di posisi runner-up Grup Q dengan koleksi empat poin dari tiga laga.
Sepanjang fase grup, skuad asuhan Coach Dian Okta mencatatkan rekor satu kali menang, satu kali seri, dan satu kali kalah. Meski berhasil melangkah, catatan itu menunjukkan betapa ketatnya persaingan di babak 32 besar kali ini.
Pelatih Akui Dinamika Fase Grup Lebih Berat
Head Coach Pesik Kuningan, Dian Okta, mengaku bersyukur atas kelolosan timnya. Namun, ia secara terbuka menyebut bahwa perjalanan di babak 32 besar tidak semulus fase 64 besar sebelumnya.
“Alhamdulillah mas, iya betul di 32 besar ini kita tidak semulus di 64 besar kemarin pastinya dan itu memang sudah resiko atau konsekuensi,” tuturnya kepada kuninganmass.com usai pertandingan.
Ia menilai dinamika ketat di babak ini jauh lebih berat dan menantang. Menurut Dian, tingkat kesulitan yang semakin meninggi merupakan konsekuensi logis yang harus siap dihadapi seiring semakin jauhnya langkah tim di turnamen nasional.
Evaluasi Menyeluruh Jelang 16 Besar
“Semakin tinggi fasenya, semakin jauh fasenya tentu semakin sulit. Apalagi nanti di 16 besar,” pungkas Dian.
Pasca kepastian lolos, tim pelatih Pesik Kuningan langsung mengagendakan evaluasi menyeluruh terhadap performa pemain selama fase grup. Beberapa celah di lini belakang dan efektivitas serangan menjadi catatan utama yang akan dibenahi sebelum menghadapi lawan di babak 16 besar.
Bagi warga Kuningan, kelolosan ini tetap menjadi kebanggaan tersendiri. Meski harus melalui jalan terjal, Pesik Kuningan masih berpeluang melangkah lebih jauh di kancah nasional. (raqib)