Pencarian

Indonesia Resmi Anggota Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026-2030, Ini Manfaatnya untuk Komunitas Lokal

Kamis, 18 Juni 2026 • 13:32:31 WIB
Indonesia Resmi Anggota Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026-2030, Ini Manfaatnya untuk Komunitas Lokal
Indonesia resmi menjadi anggota Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO periode 2026-2030.

BANDUNG — Indonesia resmi duduk di kursi pengambil keputusan UNESCO untuk urusan warisan budaya tak benda. Negara ini terpilih menjadi anggota Komite Antarpemerintah Warisan Budaya Takbenda UNESCO untuk periode 2026–2030 setelah memenangkan pemungutan suara di Paris.

Dalam pemilihan tersebut, Indonesia mewakili Grup IV Asia Pasifik bersama Jepang, Filipina, dan Kamboja. Total ada enam kandidat yang bersaing memperebutkan kursi di komite yang beranggotakan 24 negara dari 185 negara pihak Konvensi 2003.

Apa Tugas Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO?

Komite ini bukan sekadar forum diskusi. Tugas utamanya mengevaluasi dan menetapkan unsur budaya ke dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Komite juga menyusun pedoman kebijakan pelestarian budaya di tingkat internasional.

Dengan mandat itu, Indonesia punya peran strategis dalam menentukan arah pelindungan budaya global. Bukan hanya sebagai negara dengan kekayaan budaya melimpah, tetapi juga sebagai bagian dari pengambil keputusan.

Diplomasi Budaya untuk Negara Berkembang

Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, I Gusti Agung Ketut Satrya Wibawa, menyatakan posisi Indonesia akan dimanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan negara berkembang dalam pelestarian warisan budaya. Artinya, suara negara-negara dengan sumber daya terbatas bisa lebih terdengar.

Duta Besar RI untuk Prancis sekaligus Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Mohamad Oemar, menyebut kemenangan ini sebagai amanah besar. Ia menegaskan Indonesia berkomitmen mengawal kebijakan global pelindungan budaya, memperkuat implementasi Konvensi 2003, serta meningkatkan kapasitas komunitas lokal.

Peluang Baru bagi Komunitas Lokal Indonesia

Keanggotaan ini membuka ruang bagi Indonesia untuk memperkuat suara komunitas lokal di panggung dunia. Selama ini, banyak warisan budaya tak benda dari daerah yang belum tercatat secara internasional karena minimnya advokasi.

Dengan kursi di komite, Indonesia bisa mendorong agar pelestarian budaya tetap menjadi bagian dari solidaritas, perdamaian, dan pembangunan berkelanjutan global. Komunitas adat, seniman tradisional, dan pelaku budaya lokal punya peluang lebih besar untuk mendapat pengakuan dunia.

Komite Antarpemerintah Warisan Budaya Takbenda UNESCO sendiri bertugas mengevaluasi dan menetapkan unsur budaya ke dalam daftar warisan dunia. Posisi Indonesia di dalamnya diharapkan bisa mempercepat proses penetapan budaya lokal yang selama ini menunggu.

Bagikan
Sumber: visi.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks