JAWA BARAT — Kabar positif datang dari pemusatan latihan Timnas Brasil di Amerika Serikat. Neymar, yang sebelumnya menjalani pemulihan intensif, akhirnya mendapatkan izin untuk berlatih ringan di lapangan base camp tim di New Jersey.
Progres ini menandai langkah maju dalam proses penyembuhan cedera betis kanan yang ia derita saat membela Santos pada 17 Mei lalu. Namun, tim medis Brasil memilih pendekatan hati-hati.
Masih Latihan Terpisah, Target Fase Gugur
Neymar masih berlatih secara terpisah dari skuad utama Selecao. Sebelum turun ke lapangan, ia harus melewati serangkaian tes medis tambahan pada Senin (15/6). Tim dokter Brasil sengaja tidak terburu-buru dan ingin menyimpan tenaga pemain veteran itu untuk laga-laga krusial di fase gugur.
Absennya Neymar sudah terasa berat bagi Brasil. Pada laga pembuka Grup C, juara dunia lima kali itu hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Maroko. Hasil tersebut memicu perdebatan di publik Brasil terkait keputusan pelatih Carlo Ancelotti yang tetap membawa Neymar ke turnamen dalam kondisi kebugaran meragukan.
Keputusan Ancelotti Dipertanyakan Publik
Banyak pihak mulai mempertanyakan logika di balik keputusan Ancelotti membawa eks penyerang Barcelona itu ke Amerika Serikat. Apalagi, Neymar belum pulih 100 persen dan harus melewatkan setidaknya dua laga fase grup.
Namun, pengalaman Neymar di Piala Dunia keempatnya dinilai sangat berharga untuk ruang ganti Brasil. Magis dan ketenangannya di turnamen besar menjadi alasan utama ia tetap dibawa.
Latihan Selesai, Neymar Habiskan Waktu Bersama Keluarga
Usai merampungkan sesi latihan personalnya, Neymar tampak santai menghabiskan waktu di tepi lapangan. Ia terlihat berfoto bersama pasangan dan putrinya, menunjukkan suasana yang lebih cair di tengah tekanan hasil kurang maksimal di laga pertama.
Brasil kini berada di posisi genting di Grup C. Hasil imbang melawan Maroko membuat laga kontra Haiti menjadi wajib menang jika ingin lolos ke fase gugur tanpa bergantung pada hasil tim lain.