JAWA BARAT — Counterpoint Research melaporkan krisis memori ekstrem mendorong harga ritel smartphone naik 20 persen dan menekan pengiriman global hingga 20 persen year-on-year pada kuartal ketiga 2026. Survei tersebut menyebut konsumen kini menahan pembelian, beralih ke perangkat refurbished, dan memilih model dengan nilai jual lebih tinggi. Tekanan ini diperkirakan berlanjut hingga sisa tahun seiring produsen memprioritaskan profitabilitas ketimbang volume.
Analis Senior Counterpoint Research Shilpi Jain menyatakan kelangkaan memori yang ekstrem telah menggeser pasar smartphone ke fase lebih selektif. Menurut Jain, kondisi tersebut membentuk ulang strategi produsen sekaligus perilaku konsumen di berbagai pasar, termasuk Indonesia.
Lonjakan harga DRAM dan NAND disebut menjadi pemicu utama. Biaya komponen yang melambung memaksa produsen meneruskan beban tersebut ke konsumen, sehingga harga jual rata-rata (ASP) pasar ikut terdorong naik sepanjang 2026.
Konsumen Tahan Ganti HP, Beralih ke Perangkat Refurbished
Jain menjelaskan konsumen kini mempertahankan perangkat mereka lebih lama dari perkiraan. Mereka juga mulai melirik perangkat refurbished dan memprioritaskan model dengan nilai lebih tinggi sebelum memutuskan membeli.
"Konsumen mempertahankan perangkat mereka lebih lama dari perkiraan, semakin mempertimbangkan perangkat refurbished dan memprioritaskan perangkat dengan nilai lebih tinggi," kata Jain dalam keterangannya, Senin (12/10).
Permintaan di segmen premium tetap relatif kuat. Sebaliknya, pasar menengah ke bawah menerima tekanan paling berat karena kenaikan harga membuat sejumlah model murah keluar dari rentang harga yang diminati konsumen.
Pengiriman Global Anjlok 20 Persen, Terendah dalam 14 Tahun
Riset Counterpoint mencatat pengiriman smartphone global turun hingga 20 persen year-on-year pada kuartal ketiga 2026. Angka itu menjadi yang terendah dalam 14 tahun terakhir.
Keterbatasan stok komponen turut membuat produsen membatasi pengiriman. Counterpoint menilai kenaikan harga ritel sebesar 20 persen serta lonjakan ASP sepanjang tahun ini sebagai dampak langsung dari kelangkaan memori.
"Prospek industri ponsel untuk sisa tahun 2026 masih menantang. Di tengah tingginya biaya komponen dan melemahnya daya beli konsumen, produsen ponsel semakin memprioritaskan profitabilitas dibandingkan volume pengiriman," ungkap Counterpoint.
Samsung Pimpin Pasar, Apple Cetak Rekor Pangsa 20 Persen
Samsung menduduki peringkat pertama dengan pangsa pasar 23 persen pada kuartal ketiga 2026. Permintaan kuat terhadap Galaxy Z Fold 8 serta pasokan komponen yang stabil menopang penjualan seri Galaxy A di segmen menengah pasar berkembang.
Meski memimpin, pengiriman Samsung turun 3 persen. Perusahaan disebut lebih fokus pada perangkat ber-ASP tinggi dan pertumbuhan pendapatan, sehingga nilai penjualan tetap naik meski volume menurun.
Apple menyusul di posisi kedua dengan pangsa 22 persen. Ini menjadi kali pertama Apple melampaui pangsa pasar 20 persen dalam sejarah, kendati volume pengirimannya turun dibanding tahun sebelumnya.
Penurunan itu disebabkan tidak hadirnya iPhone 18 versi standar dalam peluncuran September lalu. Pengisian stok di saluran distribusi pun lebih rendah dibanding peluncuran iPhone 17 Series pada 2025. iPhone 18 Pro mencatat peluncuran lebih kuat, terutama di pasar China dan India.
Xiaomi dan Tekanan di Segmen Harga Rendah
Xiaomi berada di peringkat ketiga dengan pangsa pasar turun menjadi 12 persen. Perusahaan mengurangi eksposur terhadap smartphone harga rendah dan pasar luar negeri, sekaligus menaikkan ASP serta memperketat rencana pengiriman.
Counterpoint memperkirakan pemangkasan produksi, penyederhanaan lini produk, dan fokus lebih besar pada perangkat premium akan berlanjut. Segmen yang sensitif terhadap harga menghadapi tekanan lanjutan akibat kenaikan harga perangkat dan terbatasnya ketersediaan komponen.
Bagi pelaku bisnis digital dan investor, kondisi ini memperlebar kesenjangan antara konsumen kelas premium dan konsumen yang sensitif terhadap harga. Strategi portofolio produsen diprediksi terus bergeser ke model bernilai jual tinggi hingga pasokan memori kembali normal.