Fiskal Cimahi Tertekan Belanja THL dan PPPK, Pengamat: Janji Politik Ngatiyana-Adhitia Jangan Terkubur Alasan Anggaran

Penulis: Candra Setiabudi  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:21:31 WIB
Beban belanja THL dan PPPK menjadi salah satu faktor tekanan fiskal di Kota Cimahi.

Arlan Siddha menegaskan bahwa persoalan fiskal di Kota Cimahi tidak bisa disederhanakan hanya dengan menyalahkan besarnya jumlah THL dan PPPK. Ia menyebut bahwa beban tersebut sudah melalui perhitungan dan pengukuran tersendiri oleh pemerintah daerah.

“Kalau misalnya dikatakan membuang ruang fiskal, bisa jadi ada yang melihat seperti itu karena jumlah THL dan PPPK yang cukup besar. Tapi sebenarnya itu bukan satu-satunya alasan, karena THL dan PPPK sudah diukur dan sudah ada perhitungannya tersendiri,” kata Arlan kepada Jabar Ekspres melalui WhatsApp, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Arlan, tantangan utama bukan terletak pada nominal belanja pegawai, melainkan pada bagaimana memastikan setiap rupiah yang terserap mampu menghasilkan kinerja yang sebanding. Ia mendorong Pemkot Cimahi untuk menerapkan prinsip efisiensi secara lebih ketat tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik.

Efektivitas Birokrasi Jadi Kunci Penyelamat Program Pembangunan

“Ke depan Kota Cimahi benar-benar harus efektif dan efisien. Artinya, oke ada beban itu, tapi di sisi lain juga harus banyak melakukan penghematan. Namun penghematan itu jangan sampai mengurangi pelayanan kepada masyarakat dan jangan sampai mengurangi fungsi-fungsi pemerintahan,” ujar Arlan.

Ia menekankan bahwa efektivitas birokrasi menjadi kata kunci agar beban belanja pegawai tidak berubah menjadi tekanan fiskal yang menghambat program pembangunan. Pemerintah daerah, lanjutnya, memiliki kewajiban membiayai kebutuhan aparatur, namun di saat yang sama harus memastikan anggaran tetap mampu menopang program-program prioritas dan pelayanan dasar warga.

Inovasi Jangka Pendek Diperlukan untuk Perkuat Kapasitas Keuangan Daerah

Kondisi fiskal yang dihadapi Kota Cimahi saat ini, menurut Arlan, menuntut langkah cepat. Pemerintah kota didorong untuk mencari terobosan pendapatan tanpa mengorbankan pelayanan publik dan janji politik kepala daerah.

“Kuncinya adalah bagaimana kemudian dengan PPPK dan THL yang banyak itu bisa diefektifkan,” tegasnya.

Arlan menilai inovasi-inovasi jangka pendek yang dapat memperkuat kapasitas keuangan daerah menjadi prioritas yang harus segera dijalankan. Jika tidak, tekanan fiskal berpotensi mengubur berbagai program pembangunan yang sudah dijanjikan kepada masyarakat Cimahi.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: jabarekspres.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top