BOGOR — Tuntutan massa pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menggelar aksi di Alun-Alun Kabupaten Bogor, diterima Anggota DPR RI Mulyadi. Politisi itu berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka langsung ke meja Presiden Prabowo Subianto.
Dalam aksi yang berlangsung pada Senin lalu, massa menyuarakan sejumlah poin penting. Mereka mendesak agar program MBG tidak hanya menjadi wacana, tetapi segera diimplementasikan dengan anggaran yang jelas dan tepat sasaran. Selain itu, para pendukung meminta agar distribusi makanan bergizi menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama anak sekolah dan ibu hamil di daerah-daerah yang selama ini terabaikan.
Mulyadi mengaku mendengar langsung keluhan dan harapan warga. Ia menegaskan bahwa program MBG adalah salah satu prioritas utama pemerintahan Prabowo-Gibran. “Aspirasi ini akan saya bawa dalam rapat dengar pendapat dengan pemerintah pusat. Saya pastikan Pak Presiden mendengar suara rakyat dari Bogor,” ujar Mulyadi di hadapan massa.
Ia juga menyebut bahwa program ini membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Tanpa koordinasi yang baik, kata dia, target pemberian makanan bergizi gratis bisa meleset dari sasaran.
Jika program MBG terealisasi, warga Bogor, khususnya di wilayah pinggiran seperti Cibinong dan Cileungsi, akan merasakan manfaat langsung. Anak-anak sekolah di 12 kecamatan prioritas disebut akan mendapatkan asupan gizi yang lebih baik. Hal ini diharapkan bisa menekan angka stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah di sejumlah desa di Kabupaten Bogor.
Namun, sejumlah warga mengaku khawatir jika distribusi hanya terpusat di kota. Mereka meminta agar pemerintah membuat peta sasaran yang detail, termasuk untuk pelajar di madrasah dan pondok pesantren.
Hingga saat ini, belum ada tanggal pasti pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bogor. Mulyadi menyebut bahwa pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan. “Kami targetkan dalam waktu dekat, mudah-mudahan setelah anggaran 2026 disahkan, program ini bisa berjalan,” katanya.
Massa berharap janji tersebut tidak sekadar retorika politik. Mereka mengancam akan kembali turun ke jalan jika tidak ada kejelasan dalam waktu tiga bulan ke depan.
Mulyadi berencana menggelar forum diskusi terbatas dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor pekan depan. Dalam forum itu, ia akan mematangkan data calon penerima manfaat MBG. Data tersebut akan menjadi dasar advokasi ke pemerintah pusat agar alokasi dana untuk Bogor tidak terpotong.
Sementara itu, koordinator aksi menyatakan akan membentuk tim pemantau untuk mengawal janji Mulyadi. “Kami tidak mau program ini hanya dijadikan alat kampanye. Kami akan pantau terus,” tegasnya.