JAWA BARAT — Bencana yang melanda Aceh pada akhir November 2025 – dipicu curah hujan tinggi dan Siklon Tropis Senyar – mengakibatkan kerusakan infrastruktur di 46 ruas jalan nasional. Data Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat 15 ruas jalan putus, 16 jembatan nasional putus dari total 23 jembatan terdampak, 362 titik longsor, dan 37 titik banjir.
Per 23 Juli 2026, sebanyak 13 ruas jalan nasional yang sempat terputus telah fungsional sementara. Dua ruas lainnya melayani mobilitas masyarakat melalui jalan alternatif yang telah disiapkan. Sementara dari 16 jembatan yang terputus, 14 jembatan sudah berfungsi kembali setelah penanganan darurat. Dua jembatan lainnya tetap bisa diakses via jalur alternatif.
Untuk mempercepat konektivitas, Kementerian PU memasang 12 unit Jembatan Bailey di sejumlah titik prioritas. Pemasangan jembatan darurat ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian PU, TNI, dan penyedia jasa konstruksi. Langkah itu bertujuan memastikan akses masyarakat segera dibuka kembali.
Menteri PU Dody Hanggodo, Minggu (26/7/2026), menyatakan komitmen percepatan penanganan infrastruktur terdampak bencana. "Infrastruktur yang kembali berfungsi akan menjadi penopang pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak," ujarnya.
Selain penanganan darurat, Kementerian PU melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi jalan serta penggantian jembatan secara permanen. Pengerjaan dilakukan melalui skema Design and Build di berbagai koridor jalan nasional Aceh. Masa pelaksanaan berlangsung hingga tahun 2026 dan 2027.
Kementerian PU juga mendukung penanganan infrastruktur jalan dan jembatan daerah yang terdampak di 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Dukungan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dan penetapan ruas prioritas untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.