IHSG Rawan Uji 6.370, Analis MNC Sekuritas Beber Sinyal Rebound ke 6.705

Penulis: Bayu Nugroho  •  Senin, 14 September 2026 | 08:07:01 WIB
Pergerakan indeks saham di Bursa Efek Indonesia pada sesi perdagangan hari ini.

Koreksi tersebut mempertegas tren pelemahan mingguan IHSG sebesar 1,43 persen. Gap yang terbentuk di rentang 6.552–6.585 menjadi area yang perlu dicermati karena berpotensi menutup volatilitas dalam waktu dekat.

Senior Technical Analyst MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai tekanan jual masih terstruktur secara teknikal. Berdasarkan analisis Elliott Wave, pergerakan indeks sedang menyelesaikan bagian dari wave iv dari wave ©.

"IHSG masih didominasi oleh tekanan jual. Meskipun ditutup di atas MA20 namun menimbulkan gap pada rentang 6.552–6.585. Kami perkirakan IHSG sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave ©, sehingga posisi IHSG masih rawan menguji rentang 6.370–6.451," ujar Herditya dalam riset hariannya, Senin (14/9/2026).

Level Support dan Resistance yang Wajib Dicermati

Herditya memetakan support IHSG di area 6.448 dan 6.318. Sementara resistance utama berada di level 6.633 dan 6.705.

Phintraco Sekuritas menetapkan target rebound jangka pendek di rentang 6.600–6.705. Penguatan baru dianggap valid jika indeks mampu menembus 6.705 disertai volume perdagangan tinggi.

Wall Street Berbalik Arah, Yield Obligasi AS Naik

Dow Jones melonjak 509,19 poin atau 0,98 persen ke 52.573,29, menghentikan pelemahan empat hari berturut-turut. Pemicunya adalah melandainya harga minyak dunia.

Namun, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun merangkak naik ke 4,975 persen. Kenaikan yield ini berisiko menekan valuasi saham berisiko di bursa negara berkembang, termasuk Indonesia.

Tim Riset Phintraco Sekuritas menyebut peluang rebound tetap terbuka seiring meredanya volatilitas global. Syaratnya, arus dana asing harus membaik dan Rupiah stabil.

"IHSG berpeluang mengalami technical rebound setelah tekanan koreksi sebelumnya. Sentimen global yang membaik, koreksi harga minyak, dan turunnya VIX dapat menjadi katalis awal pemulihan. Namun, penguatan berkelanjutan membutuhkan perbaikan arus dana asing, stabilisasi Rupiah, dan meredanya tekanan yield obligasi domestik," tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas.

Emas Melesat, BRMS dan AMMN Kebanjiran Passive Flow

Harga emas melesat ke USD4.408,90 per troy ons di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah dan kekhawatiran inflasi jangka panjang. Kenaikan ini menjadi katalis positif bagi emiten tambang domestik.

Rebalancing indeks MarketVector Q3 yang berlaku efektif 18 September 2026 mengerek bobot dua emiten. BRMS naik di MVGDX (0,39 persen jadi 0,48 persen) dan MVGDXJ (0,74 persen jadi 0,88 persen). AMMN mencatat kenaikan bobot terbesar di MVGDX dari 0,53 persen menjadi 0,74 persen.

Kenaikan bobot ini berpotensi menarik aliran dana masuk pasif saat rebalancing berlangsung.

Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Penopang

PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) mencatat SSSG 4,6 persen YoY sepanjang delapan bulan pertama 2026. Khusus Agustus 2026, pertumbuhannya melesat 7,3 persen YoY.

Data ini memperkuat daya tahan sektor konsumer ritel, meski proyeksi penjualan ritel nasional hanya tumbuh moderat 0,5 persen YoY pada Agustus.

Rekomendasi Trading Harian

MNC Sekuritas membagikan taktik perdagangan untuk pelaku pasar yang ingin memanfaatkan momentum teknikal:

  • ADMR — Buy on Weakness di rentang 1.540–1.585. Saham ditutup di 1.600 dan diperkirakan sedang menyelesaikan pola koreksinya.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: kabarbursa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top