JAWA BARAT — Electrify America, jaringan pengisian daya cepat untuk kendaraan listrik terbesar di Amerika Utara, resmi mengumumkan perubahan signifikan pada sistem pembayaran mereka. Mulai beberapa pekan mendatang, fitur account balance dan auto reload di aplikasi Electrify America akan dihapus. Sebagai gantinya, seluruh biaya pengisian daya akan langsung dibebankan ke kartu kredit atau debit yang sudah didaftarkan pengguna.
Bagi pengguna yang masih memiliki sisa saldo di akun, Electrify America memastikan dana tersebut tidak akan hangus. Sisa saldo akan otomatis terpakai untuk sesi pengisian berikutnya. Jika saldo tidak mencukupi, kekurangannya akan ditagih ke kartu yang tersimpan. Setelah saldo habis, semua transaksi selanjutnya akan langsung ditagihkan ke kartu tersebut tanpa perlu isi ulang manual.
Perubahan ini hanya berlaku untuk metode pembayaran pay-as-you-go. Layanan berlangganan Digital Pass disebutkan tidak akan mengalami perubahan.
Electrify America juga mengubah mekanisme otorisasi pembayaran. Alih-alih mengisi ulang saldo akun secara otomatis, sistem sekarang akan menahan dana sementara sebesar 20 dolar AS (setara Rp 320.000) di kartu pengguna selama proses pengisian daya. Jumlah ini bersifat sementara dan pengguna hanya akan dikenakan biaya sesuai jumlah listrik yang benar-benar digunakan.
Lama waktu dana tertahan tergantung pada kebijakan bank atau penerbit kartu kredit masing-masing pengguna. Langkah ini dinilai lebih transparan dibanding sistem auto reload sebelumnya yang kerap membuat pengguna bingung dengan sisa saldo yang mengendap.
Perubahan sistem pembayaran ini merupakan bagian dari upaya Electrify America meningkatkan keandalan dan pengalaman pengguna (user experience). Dua hal tersebut selama ini menjadi keluhan utama pengguna EV di Amerika Serikat terkait jaringan pengisian daya publik. Dengan menghilangkan fitur saldo akun, Electrify America berharap proses pembayaran menjadi lebih sederhana dan langsung.
Saat ini, Electrify America mengoperasikan lebih dari 5.600 unit pengisi daya cepat DC dan Level 2 di seluruh Amerika Utara. Jaringan Hyper-Fast mereka, yang mampu mengisi daya hingga 350 kW, sudah tersebar di 47 negara bagian dan Washington DC. Sepanjang 2025, perusahaan juga mengklaim telah meningkatkan lebih dari 1.100 unit pengisi daya ke hardware generasi terbaru.
Untuk memudahkan pengguna, Electrify America sebelumnya juga sudah mengintegrasikan status ketersediaan pengisi daya secara langsung ke Google Maps.