JAWA BARAT — Ketua Umum KTNA, Yadi Sofyan Noor, secara langsung menyematkan lencana emas kepada Presiden Prabowo di hadapan ribuan petani dan nelayan yang memenuhi lokasi acara. Dalam sambutannya, Yadi menyebut pemberian penghargaan itu merupakan bentuk kehormatan sekaligus motivasi bagi para petani dan nelayan untuk terus berkarya.
"Bapak Presiden yang terhormat, saya atas nama KTNA dengan ini menganugerahkan lencana emas Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama, semoga Allah SWT senantiasa memberi kesehatan, kekuatan, perlindungan kepada bapak Presiden dalam memimpin bangsa untuk menuju Indonesia maju, mandiri, berdaulat, dan sejahtera," kata Yadi dalam pidatonya.
Presiden tiba di lokasi menggunakan kendaraan dinas Maung MV3 Garuda Limousine berwarna putih. Ia mengenakan kemeja safari krem dan peci Karanji khas Gorontalo. Sebelum memasuki area utama, Prabowo menyapa warga dari atas kendaraan melalui sunroof, lalu turun untuk bersalaman langsung dengan masyarakat yang telah menunggu.
Pengawalan ketat dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengiringi setiap pergerakan kepala negara. Suasana penyambutan berlangsung meriah dengan iringan lagu-lagu nasional seperti Bangun Pemudi Pemuda dan Maju Tak Gentar yang menggema di seluruh area kegiatan.
Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama merupakan kehormatan tertinggi yang dimiliki KTNA. Penghargaan ini tidak diberikan secara rutin, melainkan hanya kepada tokoh yang dinilai memiliki kontribusi nyata terhadap pembangunan pertanian dan kesejahteraan nelayan. KTNA adalah organisasi yang mewadahi petani dan nelayan di seluruh Indonesia.
Kehadiran Presiden dalam PENAS XVII disebut Yadi sebagai energi baru bagi para petani dan nelayan. Ia berharap momentum ini mendorong inovasi dan produktivitas sektor agromaritim nasional. "Terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi pembangunan pertanian Indonesia," pesan Yadi di hadapan Presiden.
Kunjungan kerja Presiden ke Gorontalo kali ini tidak hanya diisi dengan pemberian penghargaan. Kepala negara dijadwalkan meresmikan sejumlah program strategis terkait ketahanan pangan di kawasan timur Indonesia. Namun, rincian agenda tersebut belum diumumkan secara resmi oleh Sekretariat Presiden hingga berita ini diturunkan.
Sebelum meninggalkan lokasi, Presiden sempat berfoto bersama perwakilan petani dan nelayan dari berbagai daerah. Ia juga menerima cenderamata khas Gorontalo dari panitia penyelenggara. Rombongan Presiden dijadwalkan kembali ke Jakarta pada Kamis (25/6/2026) pagi.