Menkop Ferry Juliantono: Kopontren di Jawa Barat dan Indonesia Bakal Jadi Sumber Ekonomi Baru, Volume Usaha Tembus Rp3,5 Triliun

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:05:02 WIB
Menkop Ferry Juliantono menyatakan Kopontren di Jawa Barat dan Indonesia sebagai sumber ekonomi baru dengan volume usaha Rp3,5 triliun.

MALANG — Kementerian Koperasi (Kemenkop) menjamin komitmennya dalam mendorong Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) sebagai motor penggerak ekonomi umat. Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan, per Desember 2025, tercatat 763 kopontren dengan volume usaha Rp3,5 triliun dan 156 ribu anggota di seluruh Indonesia. Beberapa kopontren bahkan memiliki aset di atas Rp1 triliun.

Potensi Kopontren di Jawa Barat dan Nasional

Menkop Ferry meyakini angka tersebut akan terus melonjak. “Saya meyakini di tahun – tahun mendatang aset dan volume usaha Koperasi Pesantren akan lebih besar lagi. Insyaallah Koperasi Pesantren di masa mendatang akan menjadi kekuatan ekonomi baru di negara ini,” ujarnya dalam sambutan di Ponpes Daarul Ukhuwah, Malang.

Acara ini dihadiri Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Ketua Umum MPDI Ayi Abdul Rosyid, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Kehadiran para tokoh ini menandai sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pesantren dalam memperkuat ekosistem koperasi syariah.

MPDI Diminta Perkuat Jejaring Kopontren

Menkop Ferry mengajak MPDI untuk terlibat aktif dalam memperkuat jejaring Kopontren. Menurutnya, MPDI memiliki posisi strategis sebagai wadah kolaborasi antarpesantren. “Melalui jejaringnya, MPDI dapat memperkuat pertukaran pengalaman dan kerja sama antarkoperasi pesantren sehingga tumbuh semakin sehat, profesional dan berkelanjutan,” kata Menkop.

Langkah ini sejalan dengan program prioritas pemerintah, yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). KDKMP dipastikan akan menjadi mitra utama bagi Kopontren dan UMKM untuk memasarkan produk unggulan. “Prioritas utama kita adalah produk dari UMKM lokal, khususnya pesantren. Kami pastikan produk pesantren menjadi prioritas di gerai KDKMP,” tegas Ferry.

Koperasi Sekunder MPDI: Wadah Ekonomi Pesantren dari Sabang sampai Merauke

Ketua Umum MPDI Ayi Abdul Rosyid menegaskan pihaknya baru saja meluncurkan koperasi sekunder sebagai media besar pengembangan ekonomi di pesantren. “Koperasi ini kami harapkan menjadi wadah yang menghubungkan kekuatan pesantren dari Sabang sampai Merauke dengan semangat ta’awun, gotong royong, dan pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya.

Kemenkop bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi berkomitmen menjaga daya saing kopontren. Dukungan ini terutama ditujukan bagi koperasi sekunder MPDI yang baru diluncurkan. Keberadaan koperasi sekunder ini diyakini akan menghidupi dan mengembangkan koperasi primer di bawahnya.

Dukungan Pemerintah Daerah dan DPR RI

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif MPDI di seluruh wilayah Indonesia. Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyoroti pentingnya semangat gotong royong. “Solusi dari pembangunan ekonomi pesantren yang paling layak adalah Kopontren. Dengan koperasi sekunder MPDI sudah ada keguyuban di antara anggotanya. Asasnya adalah kekeluargaan,” ungkap Emil.

Menkop Ferry mengajak seluruh pihak menjadikan forum ini sebagai momentum memperkuat sinergi. “Mari merumuskan langkah-langkah nyata dalam mengembangkan koperasi pesantren yang sehat, profesional, inovatif, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: bogordaily.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top