SUKABUMI — Alunan bambu khas Sunda mengiringi obrolan santai antara anggota dewan dan warga di Kampung Cibalung, Minggu kemarin. Kesenian calung yang ditampilkan menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya yang digagas Muhammad Jaenudin.
Politisi PDI Perjuangan yang juga menjabat Sekretaris Komisi V DPRD Jabar itu menyebut, kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi. Ia ingin memberi ruang bagi pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Penampilan calung yang menghibur warga Kampung Cibalung dinilai efektif mencairkan suasana. Jaenudin mengatakan, konsep sapa warga bisa disinkronkan dengan berbagai kegiatan di tingkat desa.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas kami sebagai anggota DPRD untuk menyapa warga sekaligus mengangkat dan melestarikan budaya Sunda agar tetap hidup di tengah masyarakat," ujar Jaenudin dalam siaran pers yang diterima redaksi, Senin (20/7/2026).
Menurut Jaenudin, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki gubernur yang memberikan perhatian besar terhadap penguatan identitas budaya Sunda. Berbagai program yang melibatkan masyarakat pun terus digulirkan.
"Selain calung, masyarakat bisa menampilkan berbagai kesenian dan kreativitas lainnya. Semoga warga bisa terhibur," kata Jaenudin.
Kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya di Desa Talaga ini diharapkan mampu mempererat hubungan antara wakil rakyat dengan konstituennya. Jaenudin menilai, komunikasi yang terbangun secara langsung akan memudahkan anggota DPRD dalam menyerap aspirasi dan memahami kebutuhan masyarakat di lapangan.
"Kegiatan sapa warga ini bisa disinkronkan dengan berbagai kegiatan masyarakat, sehingga manfaatnya lebih luas. Tidak hanya berdialog dengan warga, tetapi juga memberi ruang bagi pelestarian budaya," pungkasnya.