Kopdar ini merupakan hasil sinergi antara Lembaga Pengembang (LP) UMKM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jabar, Lembaga Pengembangan UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dan SUMU. Rangkaian acara akan diisi konsolidasi ekosistem bisnis, pengenalan gerakan SUMU, serta sesi business matching dan networking yang diharapkan melahirkan peluang kerja sama lintas sektor.
Ketua LP UMKM PWM Jabar sekaligus Koordinator Wilayah SUMU Jabar, Ardi Fajar Gunawan, mengatakan potensi Jabar dalam melahirkan pengusaha penggerak ekonomi umat sangat besar. “Kopdar SUMU Jabar merupakan titik temu bagi para pelaku usaha untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun kolaborasi. Kami ingin menciptakan budaya bisnis yang tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi tumbuh bersama dalam satu ekosistem yang saling mendukung,” ujar Ardi.
Ketua LP UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Toni Firmansyah, menegaskan bahwa kekuatan utama organisasi ini adalah kolaborasi. Menurutnya, ketika para pelaku usaha saling terkoneksi, peluang berbagi pasar, transfer pengetahuan, hingga investasi akan semakin terbuka. “Inilah fondasi yang diperlukan untuk membangun ekonomi umat yang lebih tangguh,” katanya.
Ketua PWM Jabar, Ahmad Dahlan, menambahkan bahwa penguatan sektor ekonomi merupakan bagian tak terpisahkan dari misi dakwah Muhammadiyah. “Muhammadiyah tidak hanya berbicara mengenai pendidikan dan pelayanan sosial, tetapi juga tentang bagaimana membangun kemandirian ekonomi. Pengusaha yang kuat akan menjadi penopang lahirnya berbagai amal usaha yang semakin bermanfaat bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal SUMU, Ghufron Mustaqim, menjelaskan bahwa tema industrialisasi yang diangkat merupakan ajakan agar UMKM mulai berpikir dalam skala yang lebih luas. “Industrialisasi bukan hanya milik perusahaan besar. UMKM juga harus mampu membangun standar produksi, memperkuat rantai pasok, memanfaatkan teknologi, dan berkolaborasi agar memiliki daya saing yang lebih tinggi. SUMU hadir sebagai penghubung berbagai potensi tersebut,” jelasnya.
Koordinator Nasional Serikat Imers Muhammadiyah, Ilham Taufiq, menekankan pentingnya transformasi digital. Menurutnya, pengusaha Muhammadiyah perlu memanfaatkan teknologi sebagai akselerator pertumbuhan bisnis. “Dengan jejaring yang kuat dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan digital, kita dapat menciptakan usaha yang lebih inovatif dan berdaya saing hingga tingkat global,” tuturnya.
Pendaftaran Kopdar SUMU Jabar 2026 dibuka dengan kuota terbatas. Biaya Early Bird sebesar Rp60.000 bagi 30 peserta pertama, sedangkan biaya registrasi normal sebesar Rp75.000. SUMU berharap forum ini menjadi titik awal lahirnya kolaborasi strategis, kemitraan bisnis, dan inovasi yang mampu memperkuat ekosistem usaha Muhammadiyah sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan industrialisasi Indonesia yang inklusif, mandiri, dan berkeadilan.