Warga Bandung Takut Pulang Malam Gegara Marak Begal, Kapolda Jabar Buka Layanan Pengawalan Polisi

Penulis: Darmawan Putra  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 18:18:31 WIB
Petugas kepolisian bersiaga di titik rawan untuk mengawal warga yang pulang malam di Kota Bandung.

BANDUNG — Aksi begal yang kian marak di Kota Bandung membuat warga enggan berkendara sendirian pada malam hari. Kekhawatiran itu mendorong Kepolisian Daerah Jawa Barat membuka layanan pengawalan bagi siapa pun yang membutuhkan.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pipit Rismanto memastikan seluruh jajarannya telah diminta memberikan respons cepat terhadap laporan warga yang meminta pengawalan. Imbauan ini disampaikan menyusul pengalaman Adinda Religia, warga Kopo Sayati, Kabupaten Bandung, yang meminta bantuan polisi untuk mengawalnya pulang ke Kecamatan Margahayu setelah bekerja di kawasan Jalan Rajawali pada malam hari.

Kapolda: Jangan Ragu Hubungi Polisi

"Boleh, boleh, boleh. Jadi apabila ada ketakutan, ini imbauan kepada seluruh warga, memang mungkin mau pulang jamnya sudah terlalu malam dan ketakutan, tolong informasikan dan laporkan kepada kepolisian," kata Pipit, Jumat (24/7/2026).

Pipit menegaskan, petugas yang berjaga di titik-titik rawan akan langsung dikerahkan begitu ada permintaan bantuan. "Saya umumkan nanti akan saya perintahkan jajaran di mana pun berada agar merespons ya. Iya, karena nanti ada di spot-spot tertentu ya sudah ada anggota yang siaga di situ," ujarnya.

Layanan Pengawalan untuk Warga yang Pulang Malam

Langkah ini diambil untuk menekan angka kriminalitas jalanan yang belakangan meresahkan. Warga yang hendak pulang larut malam dan merasa tidak aman cukup melaporkan rute perjalanan ke kantor polisi terdekat. Kepolisian akan mengerahkan personel untuk mengawal hingga warga tiba di rumah dengan selamat.

Kapolda berharap kehadiran layanan ini dapat mengurangi rasa takut masyarakat saat beraktivitas pada malam hari. Ia juga mengingatkan warga untuk tetap waspada dan memprioritaskan keselamatan dengan tidak berkendara sendirian di lokasi sepi tanpa pengawalan.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top