TASIKMALAYA — Kolaborasi lintas sektor antara Polresta Tasikmalaya, TNI, camat, lurah, hingga RT/RW dan warga berhasil menemukan tiga remaja putri yang sempat dilaporkan meninggalkan rumah. Wakil Wali Kota Raden Diky Candra menyebut keberhasilan ini sebagai hadiah tak terduga yang sangat berharga di tengah peringatan Hari Anak Nasional (HAN).
Diky mengapresiasi respons cepat Polsek Mangkubumi yang langsung bergerak bersama unsur lainnya. “Ini menjadi barometer bagaimana semua unsur bisa bergerak bersama ketika ada persoalan yang menyangkut anak,” ujarnya.
Menurutnya, semangat gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat urban menjadi fondasi utama sistem perlindungan anak di kota ini. Keamanan dan kenyamanan anak bukan hanya urusan aparat, melainkan hasil dari kepedulian lingkungan sosial yang peka dan responsif.
Pemerintah Kota Tasikmalaya memastikan pemulihan psikologis ketiga remaja menjadi prioritas mutlak sebelum reintegrasi sosial. Melalui UPTD PPA, P2TP2A, dan puskesmas, layanan konseling intensif disiapkan agar mereka pulih secara emosional tanpa tekanan eksposur publik.
“Anak-anak tidak kami hadirkan karena masih harus mendapat pendampingan,” tegas Diky. Pendekatan humanis ini mencerminkan standar perlindungan anak yang berorientasi pada kepentingan terbaik anak (best interest of child), di mana privasi dan kesehatan mental diprioritaskan di atas kepentingan informasi atau pencitraan.
Di momentum HAN, Diky juga mengingatkan orang tua untuk membangun komunikasi hangat dan pengawasan bijak terhadap penggunaan media sosial oleh anak. Ia menilai media sosial ibarat pisau bermata dua yang butuh pendampingan aktif keluarga.
Pesan ini menjadi pelengkap penting dari upaya perlindungan anak di Tasikmalaya. Pencegahan dini melalui pola asuh digital yang sehat dinilai sama krusialnya dengan respons darurat saat krisis terjadi. Sinergi antara kebijakan publik, penegakan hukum, dukungan psikososial, dan ketahanan keluarga inilah yang menjadikan Kota Tasikmalaya layak disebut sebagai kota ramah anak yang sesungguhnya.