Angkot di Subang Sepi Penumpang, Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Skema Peremajaan ke Kendaraan Listrik

Penulis: Candra Setiabudi  •  Senin, 27 Juli 2026 | 15:05:01 WIB
Sopir angkot menunggu penumpang di trayek Cibogo–Otista–Sutaatmaja–Pujasera, Subang, Senin (27/7/2026).

SUBANG — Jumlah penumpang angkot di Subang disebut-sebut terus menyusut dalam beberapa waktu terakhir. Para sopir mengeluhkan sepinya penumpang yang disebut akibat maraknya transportasi berbasis online.

Darmawan, sopir angkot trayek Cibogo–Otista–Sutaatmaja–Pujasera, mengatakan kondisi ini membuatnya harus ekstra berkeliling demi mencari calon penumpang. “Sepi penumpang karena maraknya angkutan online, jadi penumpang yang naik angkot sangat minim,” ujarnya, Senin (27/7/2026).

Pendapatan Harian Tak Menentu, Sopir Terbebani Setoran

Darmawan mengungkapkan bahwa mayoritas penumpang yang tersisa saat ini hanyalah anak sekolah dan ibu rumah tangga yang hendak ke pasar. Pendapatan harian pun makin tak menentu.

“Biasanya ya ngetem agak lama, hingga ekstra berkeliling mencari calon penumpang,” jelasnya.

Beban makin berat bagi sopir non-pemilik yang tetap harus menyetor kepada pemilik armada. “Yah sepi, mikirin setoran saja sudah bingung tiap hari,” pungkas Darmawan.

Jumlah Armada Tersisa 250 Unit, Empat Trayek Tersedia

Sepinya penumpang juga berdampak pada populasi angkot yang beroperasi. Dari empat trayek yang ada di Subang, jumlah armada aktif diperkirakan menyusut signifikan hingga kini tersisa sekitar 250 unit.

Pemprov Jabar Dorong Sopir Jadi Pemilik Armada Listrik

Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan langkah transformasi tata kelola transportasi umum. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa penertiban armada tua akan diimbangi dengan solusi konkret.

“Kita ingin sopir menjadi pemilik kendaraan. Pemerintah sedang memikirkan skema pembiayaan tanpa uang muka (DP) sehingga kesejahteraan mereka tumbuh,” kata Dedi Mulyadi.

Menurutnya, jika sopir bertindak sekaligus sebagai pemilik yang mencicil dan merawat kendaraannya, mereka akan jauh lebih tertib dibandingkan jika hanya sekadar menyetor. Rencana ini sejalan dengan visi ramah lingkungan yang mendorong peremajaan angkutan kota ke armada berbasis kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Evaluasi Difokuskan pada Armada Tua Lintas Kabupaten

Pemprov Jabar menyebut evaluasi akan difokuskan pada angkutan antarkabupaten dan antarkota yang masih memakai armada tua serta tak lagi memenuhi standar pelayanan publik. Langkah tegas terhadap operasional angkot yang dinilai sudah tidak layak jalan pun bakal segera diambil.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: infoaktualsubang.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top