Banding Ditolak AFC, Persib Bandung Denda Rp 3,57 Miliar dan Laga Kandang Tanpa Penonton di ACL Two

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:26:31 WIB
AFC menolak banding Persib Bandung terkait sanksi denda Rp 3,57 miliar dan larangan penonton di laga kandang ACL Two.

BANDUNG — Kepastian hukuman itu didapat Persib setelah AFC menolak banding yang diajukan klub pada 14 Agustus 2026. Penolakan ini membuat sanksi yang dijatuhkan atas insiden kericuhan di Gelora Bandung Lautan Api (GLBA) pada 18 Februari 2026 tetap berlaku penuh.

Dalam putusannya, AFC menilai Persib gagal menjaga keamanan dan ketertiban pertandingan. Sejumlah pelanggaran regulasi dikategorikan berat, mulai dari pelemparan objek ke lapangan, penyalaan flare, hingga perusakan fasilitas stadion.

Yang paling memberatkan, oknum pendukung disebut menyerang pemain dan perangkat pertandingan tim lawan. Akibatnya, pemain Ratchaburi FC terpaksa dievakuasi ke ruang ganti lebih cepat demi keselamatan.

Denda Rp 3,57 Miliar dan Hukuman Laga Kandang

Total denda yang harus dibayar Persib mencapai 20 ribu dolar AS atau setara Rp 3,57 miliar. Selain denda, AFC juga menjatuhkan hukuman larangan bermain di kandang dengan penonton.

Namun, ada keringanan yang diberikan. Sanksi penutupan stadion pada laga kandang kedua ditangguhkan selama dua tahun.

Syaratnya, Persib harus membuktikan mampu menjaga laga kandang pertama tetap tertib dan aman. Jika berhasil, sanksi larangan penonton otomatis dicabut dan Bobotoh bisa kembali mendukung langsung di laga kandang berikutnya pada ACL Two.

Kronologi Kerusuhan yang Berujung Sanksi

Insiden bermula setelah peluit panjang berbunyi pada laga Persib vs Ratchaburi FC di GLBA. Kericuhan pecah ketika oknum suporter melempar botol ke arah lapangan, turun ke area pertandingan, dan menyalakan petasan.

Ketegangan meningkat hingga membuat pemain Ratchaburi FC berlindung di ruang ganti. Suporter tim tamu juga harus dievakuasi karena terjebak dalam situasi yang tidak aman.

Bagi Persib, hukuman ini menjadi pekerjaan rumah besar menjelang musim 2026/2027. Klub harus memastikan manajemen keamanan pertandingan berjalan ketat agar tidak terulang dan sanksi tambahan tidak menyusul.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: harapanrakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top