Netflix Umumkan Slate Konten Afrika Selatan, Spin-Off 'How to Ruin' hingga Sekuel 'Blood Legacy'

Penulis: Darmawan Putra  •  Rabu, 09 September 2026 | 17:51:31 WIB
Netflix mengumumkan sejumlah judul konten baru untuk Afrika Selatan, termasuk spin-off 'How to Ruin' dan sekuel 'Blood Legacy'.

JAWA BARAT — Netflix memperkuat komitmennya terhadap industri kreatif Afrika Selatan dengan mengumumkan sederet judul anyar yang mencakup genre komedi, drama keluarga, hingga reality show. Pengumuman ini hadir di tengah perayaan satu dekade kehadiran platform streaming tersebut di negara itu.

Spin-Off 'How to Ruin' dan Sekuel yang Dinanti

Salah satu judul yang paling dinanti adalah How to Ruin Diwali: Meet the Parents, spin-off dari waralaba How to Ruin yang tayang pada 30 Oktober. Proyek ini digarap Burnt Onion Productions berkolaborasi dengan produser Jayan Moodley, sosok di balik film populer The Kandasamys.

Film ini mengikuti kisah pasangan beda budaya yang pertunangannya mempertemukan dua keluarga dengan latar belakang sangat berbeda. Sama seperti tradisi komedi keluarga India-Afrika Selatan dalam The Kandasamys, ceritanya diwarnai humor, kesalahpahaman, dan drama keluarga yang menghangatkan.

Netflix juga mengonfirmasi sejumlah sekuel dan musim baru. Blood Legacy musim kedua dijadwalkan tayang 25 September, disusul Seriously Single Too dan Another Disaster Holiday yang baru rilis pada 2026. Serial Tuiskoms dan Marked juga akan kembali dengan musim kedua, sementara film Meet the Khumalos 2 tengah dalam proses produksi.

Reality Show Baru dengan Host 'Love Is Blind: South Africa'

Netflix merespons selera penonton lokal yang tinggi terhadap reality show. Pasangan kuasa Dineo dan Zothile "Solo Ntsizwa" Langa resmi ditunjuk sebagai pembawa acara Love Is Blind: South Africa yang diproduksi afrOkaans dan akan debut akhir tahun ini.

Selain itu, ada Stars & Vows: Anele and Buzza, docu-soap pernikahan dari Dopezuluboi Productions yang juga tayang tahun ini. Perusahaan produksi BrightFire tengah menggarap reality show bertema kencan anyar, meski detailnya masih dirahasiakan.

Dampak Ekonomi Satu Dekade Netflix di Afrika Selatan

Sejak hadir pertama kali pada 2014, produksi lokal Netflix telah menjangkau 20 kota di delapan provinsi. Angka itu disebutkan dalam laporan dampak industri yang dirilis bersamaan dengan pengumuman slate konten terbaru.

Lebih dari 300 film dan serial Afrika Selatan telah tayang di platform tersebut, termasuk produksi orisinal seperti Blood & Water dan The Polygamist. Kemitraan dengan puluhan rumah produksi lokal disebut telah menopang ribuan lapangan kerja di sektor kreatif.

Ben Amadasun, VP of Content Netflix untuk Timur Tengah dan Afrika, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat kemitraan dengan industri kreatif lokal. "Sepuluh tahun lalu, kami memulai perjalanan untuk berbagi cerita dan suara Afrika Selatan ke dunia. Hari ini, kami bangga dapat terus menghadirkan kisah-kisah menarik bagi anggota kami di Afrika Selatan dan seluruh dunia," ujarnya dalam pernyataan resmi.

Langkah Netflix ini menegaskan posisi Afrika Selatan sebagai salah satu pusat produksi konten terpenting di benua Afrika, sejalan dengan strategi ekspansi konten lokal yang gencar dilakukan platform streaming di berbagai pasar.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: hollywoodreporter.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top