KARAWANG — Dinas Pendidikan Jawa Barat setiap tahun menggelontorkan Rp 150 juta hanya untuk membayar sewa lahan SMAN 1 Telukjambe Barat. Lahan yang berdiri di atas tanah bengkok milik Desa Wanasari, Kabupaten Karawang, itu belum berstatus aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Biaya sewa awalnya Rp 100 juta per tahun, lalu melambung menjadi Rp 150 juta per tahun.
Status tanah yang masih milik desa memukul operasional sekolah. Pihak sekolah sulit mendapat kucuran dana alokasi khusus dari pemerintah pusat maupun daerah selama legalitas lahan belum beres.
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) menjelaskan bahwa legalitas lahan menjadi syarat utama pencairan bantuan. Selama tanah belum menjadi milik Pemprov Jabar, sekolah tidak bisa mengajukan pembangunan gedung baru dari mana pun.
Keterbatasan ruang kelas memaksa pihak sekolah berputar otak. Satu ruangan disekat menjadi beberapa bagian agar bisa difungsikan sekaligus sebagai ruang Tata Usaha, ruang tamu, hingga ruang wakil kepala sekolah.
Ratusan siswa dan guru SMAN 1 Telukjambe Barat masih menjalani aktivitas belajar mengajar dengan fasilitas seadanya. Ruang kelas dan fasilitas pendukung yang minim membuat kegiatan administrasi tetap dipaksakan berjalan.
Kondisi ini berlangsung setiap tahun selama negosiasi harga tanah belum menemui titik temu. Pihak sekolah tidak punya pilihan selain menunggu kepastian dari pemerintah provinsi.
Pemprov Jawa Barat sebenarnya berniat membeli dan membebaskan lahan tersebut agar statusnya menjadi aset resmi provinsi. Namun, proses pembebasan tanah masih terjebak dalam tahap tawar-menawar harga yang sengit.
Pihak Desa Wanasari kabarnya enggan melepas tanah bengkok dengan harga murah. Lokasi SMAN 1 Telukjambe Barat dinilai sangat strategis karena menempel langsung dengan kawasan industri besar di Karawang.
Selama negosiasi harga belum mencapai kesepakatan, sekolah ini terus berada dalam posisi sulit. Pembangunan gedung baru tidak bisa dimulai, sementara biaya sewa lahan harus tetap dibayar setiap tahun dari anggaran Dinas Pendidikan Jawa Barat.