JAWA BARAT — Toyota resmi mengumumkan pendirian pabrik gokart balap bermerek GR, sebagaimana dilaporkan Nikkei Asia pada Jumat lalu. Pabrik yang akan berlokasi dekat markas besar Toyota di Nagoya, Jepang, ini dirancang untuk memproduksi gokart dengan sistem built-to-order alias rakitan sesuai pesanan.
Dalam upaya menekan biaya produksi, Toyota akan memanfaatkan teknologi manufaktur massal dan material berbiaya rendah. Hasilnya, harga gokart GR ini ditargetkan berada di kisaran 2.180 dolar AS hingga 2.400 dolar AS—setara Rp 34,8 juta sampai Rp 38,4 juta (kurs Rp 16.000).
Angka ini menjadikannya salah satu opsi termurah untuk memulai karier balap roda terbuka. Sebagai perbandingan, harga tersebut nyaris setara dengan motor matik 150 cc baru di Indonesia.
Tahap awal, pabrik ini sanggup memproduksi 1.000 hingga 2.000 unit gokart per tahun. Seluruh unit akan dibuat berdasarkan pesanan pelanggan, memastikan tidak ada stok menganggur.
Menurut laporan Nikkei Asia, gokart GR ini tidak hanya dijual di sirkuit-sirkuit gokart, tetapi juga di diler resmi GR Toyota. Rencananya, Toyota juga membuka peluang ekspor ke pasar internasional, meski belum ada jadwal pasti.
"Kami akan membangun gokart level pemula dan berharap anak-anak bisa naik kelas ke model yang lebih canggih," ujar Tomoya Takahashi, presiden divisi motorsport Toyota, kepada Nikkei Asia. Strategi ini jelas: menjaring penggemar balap sejak usia dini untuk memperluas basis penggemar merek GR.
Toyota belum merinci spesifikasi teknis mesin atau sasis gokart tersebut. Namun, pernyataan Takahashi mengindikasikan bahwa model awal akan difokuskan pada kemudahan pengoperasian dan biaya perawatan rendah, bukan performa ekstrem.
Langkah Toyota ini bisa menjadi katalis bagi industri gokart yang selama ini didominasi pabrikan Eropa dengan harga lebih tinggi. Dengan hadirnya pemain sebesar Toyota yang menerapkan skala ekonomi otomotif, biaya entry-level balap berpotensi turun drastis.
Bagi pasar Indonesia yang memiliki komunitas gokart aktif di Sirkuit Sentul dan sirkuit lokal lainnya, kehadiran gokart GR ini bisa menjadi angin segar—asalkan Toyota Indonesia memutuskan untuk mendatangkannya secara resmi.