Disdik Cimahi Akui Sarana Prasarana Sekolah Masih Kurang, 4-5 SMP Belum Representatif Tapi Mutu Lain Dijamin

Penulis: Candra Setiabudi  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 14:54:01 WIB
Dinas Pendidikan Cimahi mengakui sarana prasarana di 4-5 SMP masih belum representatif.

CIMAHI — Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pendidikan setempat mengakui masih ada pekerjaan rumah besar terkait sarana dan prasarana sekolah. Dari delapan standar pendidikan nasional, aspek fisik sekolah menjadi yang paling tertinggal dibandingkan standar lainnya seperti kurikulum, proses pembelajaran, hingga kualitas guru.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Juli Suprijadi, menyebutkan secara spesifik ada sekitar empat hingga lima sekolah tingkat SMP yang kondisi gedung dan fasilitasnya belum ideal. “Mutu secara umum untuk sarpras memang masih agak kurang kalau dibanding dengan delapan standar yang lain,” ujarnya kepada Jabar Ekspres, Rabu (24/6/2026).

Empat Standar Lain Diklaim Tak Bermasalah

Meski fasilitas fisik menjadi catatan, Juli menegaskan hal itu tidak lantas membuat proses pendidikan di sekolah-sekolah tersebut terhenti. Pihaknya memastikan tujuh standar pendidikan lainnya—mulai dari proses belajar mengajar, kurikulum, pembiayaan, hingga kompetensi tenaga pendidik—sudah berjalan dengan mutu yang terjaga.

“Tapi tentu standar yang lain, walaupun empat sekolah itu, atau lima sekolah itu kurang representatif secara hitungan sarpras, tapi insyaallah mutu-mutu yang lainnya mah kita bisa bermutu,” kata Juli.

Cakupan Sekolah Hampir Merata di 15 Kelurahan

Dinas Pendidikan Kota Cimahi menilai akses masyarakat terhadap pendidikan tingkat SMP saat ini sudah cukup baik. Dari total 15 kelurahan di Kota Cimahi, hampir seluruhnya telah memiliki sekolah negeri yang melayani kebutuhan warga.

Juli menyebutkan, satu-satunya kelurahan yang belum memiliki SMP adalah Kelurahan Cimahi. Namun, kebutuhan pendidikan di wilayah tersebut masih bisa terlayani oleh sekolah di kelurahan tetangga, seperti SMP yang berada di Kelurahan Karangmekar. “Secara umum memang alhamdulillahnya kita di 15 kelurahan itu sudah ada sekolah masing-masing satu, kecuali Kelurahan Cimahi itu memang belum sama sekali,” tuturnya.

Keterbatasan Lahan Jadi Kendala Utama

Salah satu faktor yang membuat pengembangan sarana prasarana berjalan lambat adalah keterbatasan lahan di wilayah perkotaan. Pemerintah daerah masih mencari solusi agar sekolah-sekolah yang belum representatif bisa mendapatkan fasilitas yang lebih layak tanpa harus membangun gedung baru dari nol.

Juli tidak menampik bahwa kondisi ini tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. “Tapi kalau dibandingkan dengan sarana prasarana yang memang representatif, kurang. Walaupun bukan berarti tidak berjalan sekolahnya,” ungkapnya.

Ke depan, Disdik Cimahi akan terus mendorong pemenuhan standar sarana prasarana secara bertahap, sembari memastikan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah yang ada tidak ikut menurun.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: jabarekspres.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top