JAWA BARAT — Akun yang sebelumnya menjadi saluran informasi layanan administrasi kependudukan itu kini menampilkan konten yang tidak semestinya. Dalam 24 jam terakhir, unggahan di akun @dukcapilkemendagri didominasi promosi penjualan emas dan gawai merek tertentu.
Kemendagri bergerak cepat dengan menerbitkan pernyataan resmi melalui kanal komunikasi lain. "PEMBERITAHUAN: Akun Instagram resmi @dukcapilkemendagri saat ini berada dalam kendali pihak yang tidak berwenang," demikian bunyi pengumuman yang dikutip dari akun Instagram @kemendagri.
Masyarakat diminta untuk tidak menanggapi, membagikan, atau mengikuti arahan apa pun yang berasal dari akun yang telah diretas hingga proses pengamanan dan pemulihan selesai. "Mohon waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Ditjen Dukcapil," tulis Kemendagri dalam pernyataan yang sama.
Perubahan konten akun secara drastis menjadi indikasi utama peretasan. Alih-alih menyajikan informasi tentang dokumen kependudukan, akun tersebut berubah menjadi etalase produk komersial. Kemendagri belum merinci metode peretasan atau apakah ada data pengikut yang terancam, namun imbauan waspada terhadap modus penipuan menjadi prioritas.
Akun resmi Dukcapil memiliki jumlah pengikut yang signifikan dan kerap digunakan untuk mengumumkan kebijakan serta menjawab pertanyaan publik. Pengambilalihan oleh peretas membuka celah bagi penyebaran tautan phishing atau skema investasi bodong yang mengatasnamakan instansi pemerintah.
Kementerian Dalam Negeri menyatakan proses pemulihan akun tengah berlangsung. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai kerja sama dengan platform atau aparat penegak hukum siber. Insiden ini menambah daftar panjang peretasan akun media sosial institusi publik di Indonesia.
Bagi pengikut yang telah berinteraksi dengan unggahan mencurigakan dari akun tersebut, disarankan segera mengganti kata sandi akun pribadi dan mengaktifkan autentikasi dua faktor. Kemendagri berjanji akan memberikan pembaruan setelah akun berhasil diamankan sepenuhnya.