Dinkes Jabar Ingatkan Ancaman 4 Penyakit Saat Kemarau Ekstrem, dari Diare hingga Malnutrisi

Penulis: Candra Setiabudi  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 17:40:31 WIB
Dinkes Jabar mengingatkan risiko empat penyakit saat musim kemarau ekstrem di Jawa Barat.

BANDUNG — Ancaman kesehatan mengintai warga Jawa Barat seiring prediksi musim kemarau ekstrem yang akan berlangsung lebih lama tahun ini. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat secara resmi mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap empat kategori penyakit yang risikonya meningkat drastis.

Kepala Dinkes Jabar Vini Adiani Dewi menjelaskan, musim kemarau ekstrem berdampak langsung pada menurunnya ketersediaan air bersih. Kondisi ini secara langsung memengaruhi kebersihan lingkungan dan memicu perkembangbiakan bakteri serta virus penyebab penyakit.

Empat Penyakit yang Mengancam

Dinkes Jabar merinci setidaknya empat masalah kesehatan yang perlu diwaspadai warga selama musim kemarau:

  • Diare — Dipicu oleh menurunnya kualitas dan kuantitas air bersih untuk sanitasi dan konsumsi.
  • ISPA — Risiko meningkat akibat memburuknya kualitas udara selama musim kemarau.
  • Dehidrasi dan Heatstroke — Terutama mengancam warga yang beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.
  • Malnutrisi — Dampak lanjutan dari kekeringan yang mengganggu produksi pangan.

Gejala Heatstroke yang Harus Diwaspadai

Vini meminta masyarakat tidak menyepelekan paparan suhu tinggi yang berkepanjangan. Jika mengalami gejala tertentu, warga diminta segera mencari pertolongan medis.

"Apabila mengalami gejala suhu tubuh lebih dari 40 derajat celcius, kulit panas dan merah, pusing, muntah, segera cari pertolongan medis," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).

Langkah Pencegahan yang Disarankan

Dinkes Jabar mengimbau masyarakat melakukan sejumlah langkah antisipasi. Menjaga asupan cairan tubuh dan istirahat cukup menjadi prioritas utama, terutama bagi mereka yang bekerja di luar ruangan.

Warga juga disarankan menggunakan pelindung diri seperti payung atau topi saat beraktivitas di bawah terik matahari. Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci untuk mencegah penyebaran penyakit.

"Jangan membakar sampah dan lahan," tegas Vini, seraya menambahkan imbauan untuk memperbanyak tanaman guna menjaga kualitas udara di sekitar permukiman.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top