BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambangi kediaman Tata, ayah dari legenda bulu tangkis Indonesia Taufik Hidayat, dalam kunjungan yang berlangsung di Bandung, pekan lalu. Pertemuan tersebut menjadi ajang diskusi antara kepala daerah dan orang tua atlet soal masa depan pembinaan olahraga di provinsi tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, Tata menyampaikan sejumlah catatan terkait pembinaan atlet muda di Jawa Barat. Ia menekankan pentingnya perhatian serius dari pemerintah daerah terhadap regenerasi atlet, terutama di cabang olahraga bulu tangkis yang pernah melambungkan nama Taufik Hidayat di kancah internasional.
Dedi Mulyadi mendengarkan langsung masukan dari Tata. Gubernur yang dikenal dekat dengan kalangan olahraga ini disebut akan menindaklanjuti pembicaraan tersebut dalam kebijakan pembinaan atlet ke depan.
Jawa Barat selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung atlet nasional. Namun, regenerasi atlet di beberapa cabang olahraga, termasuk bulu tangkis, dinilai belum berjalan optimal. Masukan dari figur seperti Tata—yang memiliki pengalaman langsung membesarkan atlet kelas dunia—menjadi bahan evaluasi bagi pemprov.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah mendorong program pembinaan usia dini di berbagai daerah. Pertemuan dengan keluarga Taufik Hidayat diharapkan bisa memperkuat arah kebijakan tersebut.
Dedi Mulyadi belum merinci langkah konkret pasca pertemuan tersebut. Namun, ia mengisyaratkan akan ada program kolaborasi antara pemprov dengan para mantan atlet dan keluarga atlet dalam merancang sistem pembinaan yang lebih terstruktur.
Tata sendiri menyambut baik perhatian gubernur terhadap dunia olahraga. Ia berharap pertemuan ini bukan sekadar seremoni, tetapi benar-benar berujung pada kebijakan yang dirasakan langsung oleh atlet muda di daerah.
Apakah pemprov Jabar akan membangun pusat pelatihan baru?
Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai pembangunan pusat pelatihan baru. Namun, pemprov disebut tengah mengkaji revitalisasi fasilitas olahraga yang sudah ada di beberapa kota.
Siapa saja atlet muda yang akan dibina?
Program pembinaan disebut akan menyasar atlet usia sekolah dari berbagai cabang olahraga prioritas, termasuk bulu tangkis, atletik, dan pencak silat. Seleksi akan dilakukan melalui kerja sama dengan dinas pendidikan dan KONI daerah.
Kapan program ini mulai berjalan?
Belum ada jadwal pasti. Pemprov masih dalam tahap penyusunan konsep dan koordinasi dengan stakeholder terkait.