SUKABUMI — Persoalan kemiskinan dan kerentanan sosial masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Sukabumi. Di tengah keterbatasan akses permodalan yang dihadapi warga, Pemkot menggencarkan Program 12 PAS yang menyasar masyarakat rentan di berbagai kelurahan.
Pelaksanaan Episode 12 berlangsung di Kelurahan Cibeureumhilir dan Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kamis (25/6). Berdasarkan pendataan pekerja sosial, penerima manfaat meliputi lansia, keluarga kurang mampu, hingga pelaku usaha mikro yang membutuhkan dukungan modal.
Bantuan Tunai hingga Pembiayaan Qordul Hasan
Pendekatan program ini dinilai penting karena persoalan kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan rendahnya pendapatan. Warga juga menghadapi keterbatasan akses terhadap peluang usaha, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.
Selain bantuan tunai dan kebutuhan pokok, pemerintah mendorong penguatan usaha mikro melalui bantuan modal usaha. Program pembiayaan berbasis pemberdayaan seperti Qordul Hasan juga disediakan untuk membantu warga yang ingin mengembangkan usaha.
Wali Kota: Bantuan Harus Jadi Jembatan Menuju Kemandirian
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan, penanganan kemiskinan memerlukan langkah terintegrasi antara bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi.
“Pemerintah tidak hanya hadir ketika masyarakat mengalami kesulitan, tetapi juga harus mampu membuka jalan agar mereka bisa mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Data Lapangan: Masih Banyak Warga Butuh Perhatian Khusus
Data yang dihimpun Dinas Sosial menunjukkan masih terdapat warga yang membutuhkan perhatian akibat kondisi ekonomi, usia lanjut, maupun keterbatasan fisik. Kondisi ini menuntut kehadiran negara melalui program yang tidak bersifat sesaat, tetapi berkelanjutan.
Pemkot juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan bantuan. Dukungan dari sektor perbankan, lembaga filantropi, perusahaan, hingga masyarakat dinilai mampu mempercepat penanganan persoalan sosial.
“Sinergi menjadi salah satu kunci untuk menekan angka kemiskinan, mengurangi kerentanan sosial, serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” jelas Ayep Zaki.
Memutus Rantai Kemiskinan dari Akar
Melalui Program 12 PAS, pemerintah berupaya memastikan warga yang paling membutuhkan memperoleh perhatian secara langsung. Program ini juga memberi kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui penguatan ekonomi keluarga.
“Dengan pendekatan tersebut, program ini tidak hanya menjadi sarana penyaluran bantuan, tetapi juga bagian dari upaya jangka panjang dalam memutus rantai kemiskinan di Kota Sukabumi,” tandasnya.