Festival Perang Tomat 2026 di Lembang: Warga Kampung Cikareumbi Saling Lempar Tomat Busuk sebagai Simbol Buang Energi Negatif

Penulis: Darmawan Putra  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 21:09:31 WIB
Warga Kampung Cikareumbi antusias mengikuti Festival Perang Tomat 2026 di Lembang.
tahunan ini juga menjadi harapan akan kehidupan dan hasil pertanian yang lebih baik. ISI:

LEMBANG — Ribuan warga dan pengunjung memadati Kampung Cikareumbi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, untuk mengikuti Hajat Lembur Festival Perang Tomat 2026. Dalam tradisi yang digelar Jumat (26/6/2026) itu, peserta saling melempar tomat busuk sebagai bagian dari ritual adat.

Bukan Sekadar Lempar Tomat Biasa

Tradisi rempug tarung ini bukan ajang perusakan atau pemborosan pangan. Warga meyakini lemparan tomat busuk melambangkan proses membuang segala hal buruk yang mengendap di hati. “Ini ungkapan simbolis untuk membersihkan diri dari kebusukan hati dan energi negatif,” demikian keterangan panitia penyelenggara.

Setelah ritual lempar tomat usai, warga percaya kehidupan mereka memasuki fase yang lebih baik. Harapan itu juga mencakup sektor pertanian, terutama tanaman tomat yang menjadi komoditas utama di kawasan Lembang.

Ritual dan Hiburan Rakyat

Festival Perang Tomat di Kampung Cikareumbi dikemas sebagai hajat lembur, pesta adat yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Selain aksi saling lempar tomat busuk, acara ini dimeriahkan pertunjukan seni dan kuliner khas Sunda.

Pantauan di lokasi, warga dari anak-anak hingga dewasa tampak antusias melemparkan tomat ke arah satu sama lain. Suasana riuh rendah bercampur tawa mewarnai jalannya ritual yang berlangsung di lapangan terbuka kampung tersebut.

Dokumentasi dan Larangan Penggunaan Konten

Momen unik ini diabadikan pewarta Antara, Abdan Syakura, dan diedit oleh M Agung Rajasa. Kantor Berita Antara menegaskan bahwa konten foto dan berita ini dilarang keras diambil, di-crawl, atau diindeks secara otomatis untuk keperluan kecerdasan buatan (AI) tanpa izin tertulis dari pihak Antara.

Festival Perang Tomat 2026 di Lembang menjadi salah satu agenda wisata budaya yang menarik perhatian wisatawan domestik. Tradisi ini membuktikan bahwa kearifan lokal tetap lestari di tengah modernisasi.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top