BANDUNG — Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, Sigit Iskandar, menyebut torehan ini sebagai bukti nyata sistem pembinaan atlet pelajar yang berjalan di jalur tepat. Ia mengapresiasi kerja keras atlet, pelatih, dan ofisial yang menjaga marwah julukan City of Champions.
Pencak Silat dan Bola Basket Jadi Motor Peraih Medali
Dominasi Kota Bandung ditopang oleh penampilan impresif dari sejumlah cabang olahraga. Pencak silat menjadi penyumbang medali terbanyak dengan raihan 12 emas, 5 perak, dan 1 perunggu.
Cabang bola basket menyusul dengan dua medali emas setelah tim putra dan putri sama-sama keluar sebagai juara. Sementara itu, bola voli indoor menyumbangkan satu emas dan satu perak. Sepak bola dan sepak takraw masing-masing menambah satu emas ke pundi-pundi Kota Bandung.
Dispora: Jangan Cepat Puas, Fokus ke Popda Jabar
Meski hasil kualifikasi memuaskan, Sigit mengingatkan seluruh kontingen untuk tidak berpuas diri. “Fase kualifikasi telah kita lewati dengan hasil yang sangat memuaskan, dan tiket menuju Popda sudah di tangan. Jadikan momentum ini sebagai pemacu semangat, untuk langsung mematangkan program latihan,” ujar Sigit dalam keterangan resminya, Sabtu (27/6/2026).
Ia menegaskan bahwa tantangan sesungguhnya ada di Popda XV Jawa Barat. “Kita harus kembali siap membuktikan diri,” kata Sigit.
Kota Bandung Kokoh di Puncak Klasemen Wilayah IV
Popwilda Wilayah IV merupakan ajang kualifikasi antar-kota/kabupaten di Jawa Barat bagian timur. Raihan 17 emas ini memastikan Kota Bandung tak tergoyahkan di puncak klasemen akhir, sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu lumbung atlet pelajar di provinsi tersebut.
Dengan tiket Popda XV Jabar di tangan, Dispora Kota Bandung dijadwalkan segera menyusun program pemusatan latihan lanjutan untuk menghadapi kompetisi tingkat provinsi yang diprediksi berlangsung lebih ketat.