JAWA BARAT — Data terbaru dari platform jual-beli kendaraan bekas OLXmobbi mengungkap fakta yang kurang menguntungkan bagi pemilik mobil China. Direktur OLXmobbi, Agung Iskandar, menyatakan bahwa tingkat penyusutan harga mobil China berbahan bakar minyak (ICE) yang sudah beredar di Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan kompetitor Jepang di segmen yang sama.
"Faktanya memang disayangkan mobil-mobil China yang ICE-nya sudah masuk itu depresiasi lebih besar dibandingkan mobil-mobil Jepang," ujar Agung saat ditemui di Jakarta, Jumat.
Perbandingan Depresiasi: Wuling Cortez vs Toyota Innova
Agung memberikan contoh konkret di segmen MPV. Wuling Cortez yang kerap dibandingkan dengan Toyota Kijang Innova mengalami penurunan harga bekas yang lebih curam. Selisih depresiasi antara kedua model ini cukup signifikan.
"Depresiasinya itu sekitar 20-30 persen lebih besar dibandingkan mobil-mobil Jepang. Jadi kalau misalnya Innova, dalam setahun depresiasinya antara 6-10 persen, Cortez bisa 8-15 persen lebih tinggi," jelasnya.
Innova masih mencatatkan nilai jual kembali yang lebih stabil. Sementara Cortez, meski berada di kelas kendaraan yang relatif sebanding, harus menerima kenyataan pangsanya lebih cepat tergerus di pasar mobil bekas.
Rekam Jejak Masih Pendek, Pasar Didominasi Wuling
Agung menjelaskan, perbedaan tingkat depresiasi ini terjadi karena rekam jejak jangka panjang mobil China di Indonesia masih terbatas. Model-model yang baru memasuki siklus usia tiga hingga lima tahun belum memiliki data historis yang cukup kuat untuk meyakinkan pembeli bekas.
Saat ini, pasar mobil bekas merek China masih didominasi Wuling karena merek tersebut lebih dulu masuk ke Indonesia. Selain Wuling, OLXmobbi juga mencatat DFSK mulai muncul di pasar mobil bekas, namun kontribusinya masih sangat kecil karena unit yang beredar terbatas.
Pertimbangan Pembeli: Harga Baru Murah Belum Tentu Menguntungkan di Bekas
Data ini menjadi catatan penting bagi konsumen yang tergiur harga baru mobil China yang kompetitif. Meski terjangkau saat dibeli baru, risiko kerugian lebih besar saat dijual kembali perlu diperhitungkan. Bagi yang berencana memakai kendaraan dalam jangka pendek dan menjualnya beberapa tahun lagi, mobil Jepang masih menawarkan keamanan nilai residu yang lebih baik.
Namun, bagi konsumen yang membeli mobil China bekas, kondisi ini justru bisa jadi peluang. Harga yang sudah anjlok lebih dalam bisa membuatnya menjadi pilihan menarik dengan nilai lebih rendah dibandingkan mobil Jepang sekelas.