JAWA BARAT — Kram kaki di malam hari atau gigi yang tiba-tiba terasa sensitif sering dianggap keluhan wajar saat hamil. Padahal, ini bisa jadi sinyal tubuh kekurangan kalsium. Saat janin membentuk tulang dan gigi di trimester kedua dan ketiga, ia menyerap kalsium dari tubuh ibu. Jika asupan harian tidak tercukupi, tubuh akan mengambil cadangan dari tulang Anda sendiri.
Sebelum membeli, pahami dulu dua jenis kalsium yang dominan di pasaran. Pilihan ini menentukan kenyamanan lambung Anda.
Calcium Carbonate mengandung kalsium elemental lebih tinggi (sekitar 40%) dan harganya lebih terjangkau. Namun, ia butuh asam lambung untuk diserap, jadi wajib diminum setelah makan. Efek sampingnya bisa berupa kembung dan sembelit.
Calcium Citrate hanya mengandung sekitar 21% kalsium elemental, tetapi lebih mudah diserap dan bisa diminum kapan saja. Pilihan ini jauh lebih nyaman untuk bumil dengan GERD atau mual di trimester awal, meski harganya sedikit lebih mahal.
Berikut merek yang sering direkomendasikan dokter kandungan dan sesama ibu hamil di berbagai forum, dengan harga yang bervariasi:
Pilihan paling umum di resep dokter. Tiap tablet mengandung 600 mg calcium carbonate plus 200 IU vitamin D3 yang membantu penyerapan kalsium ke tulang. Harganya masih masuk akal untuk suplemen bermerek.
Merek lokal dengan harga paling ramah di kantong. Sering diresepkan bidan di puskesmas. Kandungannya calcium carbonate murni tanpa embel-embel, efektif untuk Anda yang mencari opsi ekonomis.
Multivitamin kehamilan lengkap yang sudah mencakup kalsium, DHA, folat, dan zat besi dalam satu kapsul. Cocok untuk yang ingin praktis minum satu suplemen saja, tapi banderolnya lebih tinggi dibanding kalsium tunggal.
Solusi untuk bumil yang lambungnya sensitif. Bisa diminum tanpa makanan, tersedia di apotek modern dan marketplace. Harganya berada di segmen menengah.
Sering diberikan gratis di puskesmas sebagai bagian dari program kehamilan. Penyerapannya tidak sebaik citrate, tapi tetap efektif jika diminum rutin dan diimbangi pola makan bergizi.
Bukan suplemen kalsium murni, tapi formulasinya sudah mengandung kalsium, folat, dan mineral penting lain. Dalam polling komunitas yang diikuti lebih dari 9.000 ibu hamil, 45% responden memilihnya sebagai vitamin terbaik. Praktis untuk yang tidak mau repot minum banyak pil.
Banyak yang sudah membeli suplemen tapi manfaatnya kurang maksimal karena cara konsumsi yang keliru. Perhatikan tiga aturan ini:
Pisahkan dari suplemen zat besi. Kalsium dan zat besi bersaing untuk diserap tubuh. Beri jeda minimal 2 jam, misalnya zat besi pagi dan kalsium malam hari.
Jangan minum dosis besar sekaligus. Tubuh hanya mampu menyerap sekitar 500 mg kalsium dalam satu waktu. Jika dosis harian Anda 1.000 mg, bagi menjadi dua kali minum.
Atasi sembelit dengan serat. Efek samping paling umum dari calcium carbonate adalah memperparah konstipasi. Perbanyak air putih dan konsumsi sayur buah.
Segera konsultasikan ke dokter kandungan jika Anda mengalami kram kaki yang sangat sering, kesemutan berkepanjangan, atau nyeri sendi yang mengganggu aktivitas. Dokter akan mengevaluasi apakah dosis suplemen perlu ditingkatkan atau diganti jenisnya.
Suplemen kalsium tetap dibutuhkan setelah melahirkan, terutama selama menyusui. Tubuh kembali mengalirkan kalsium ke ASI untuk kebutuhan bayi, dan tulang Anda lagi-lagi menjadi "donor" utama jika asupan harian tidak tercukupi.