BOGOR — Pengabdian Ahmad Baedowi di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bogor memasuki babak baru yang penuh makna. Pria yang akrab disapa Pak Dowi itu kini dipercaya memimpin KUA di kecamatan tempat ia dilahirkan, Parungpanjang, dan ia bertekad menjalankan tugasnya dengan cara yang tak biasa: mengayuh sepeda ontel peninggalan almarhum ayahnya.
Keputusan menggunakan sepeda ontel warisan Haji Sairun itu bukan sekadar gaya. Bagi Ahmad, itu adalah bentuk penghormatan dan napak tilas perjalanan sang ayah yang pernah bertugas sebagai pegawai KUA Parungpanjang sekitar tahun 1971. "Ya, saya akan bertugas setiap hari menggunakan sepeda ontel warisan almarhum Bapak saya, Haji Sairun. Ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus napak tilas beliau sebagai pegawai KUA," ujarnya, Selasa (25/8/2026).
Penugasan di Parungpanjang ia sambut dengan rasa syukur yang mendalam. Selain karena merupakan daerah kelahirannya, amanah ini datang di fase akhir pengabdiannya menjelang masa purna tugas pada 2030. "Alhamdulillah, saat ini saya mendapat amanah sebagai Kepala KUA Parungpanjang. Ini sebuah anugerah yang saya syukuri karena saya bisa pulang kampung setelah sekian puluh tahun menjalankan tugas di sejumlah kecamatan lainnya," katanya.
Perjalanan karier Pak Dowi di tubuh Kementerian Agama Kabupaten Bogor terbilang panjang. Sebelum memimpin KUA Parungpanjang, ia sempat ditempatkan di sejumlah kecamatan, di antaranya Rumpin dan Jasinga. "Semua tugas itu bagian dari pengabdian saya sebagai abdi masyarakat. Sekarang saya kembali ke Parungpanjang. Semoga semuanya berjalan lancar dan sinergi lintas sektoral semakin terjalin," tuturnya.
Kabar kepulangan dan penugasan Ahmad Baedowi disambut antusias oleh masyarakat setempat, khususnya para pegiat pendidikan madrasah. Ahyani, Kepala MTs Al Makmur Parungpanjang, menyampaikan langsung ucapan selamatnya. Ia menilai Ahmad adalah sosok yang sederhana dan mudah bergaul.
"Selamat datang dan bertugas sekaligus selamat pulang ke kampung halaman untuk Bapak Ahmad Baedowi. Kami senang dan bersyukur beliau mendapat amanah sebagai Kepala KUA Parungpanjang," kata Ahyani.
Ahyani yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Kecamatan Parungpanjang dan Tenjo ini meyakini pengalaman panjang Ahmad akan menjadi modal berharga. Ia berharap sinergi antara KUA dan lembaga pendidikan madrasah dapat semakin erat di bawah kepemimpinan yang baru. "Kami tentu mengapresiasi dan gembira dengan penugasan beliau sebagai Kepala KUA Parungpanjang. Semoga sinergitas dalam berbagai kegiatan semakin baik dan dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan Parungpanjang," ujarnya.