Pascagempa Nagekeo, Menteri PU Dody Hanggodo Pimpin Percepatan Pemulihan Infrastruktur dan Layanan Dasar Warga NTT

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40:31 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo memimpin rapat koordinasi percepatan pemulihan infrastruktur pascagempa di Nagekeo, NTT.

JAKARTA — Kebutuhan dasar warga NTT yang terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo menjadi perhatian serius Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. Ia terbang langsung ke lokasi begitu Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Marilonga, Kabupaten Ende, rampung digelar Senin (17/8/2026).

Sesampainya di Nagekeo, Dody menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, memeriksa kondisi pascabencana, dan mendata kebutuhan mendesak warga.

"Arahan dari Bapak Presiden sudah sangat jelas, ketika terjadi bencana, tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Secepat-cepatnya harus kita tangani dan kita pulihkan," kata Menteri PU Dody dalam rapat koordinasi di Nagekeo.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam rapat koordinasi, menandai komitmen pemerintah pusat merespons cepat setiap bencana dengan fokus pada infrastruktur vital yang berdampak langsung pada mobilitas dan layanan publik dasar.

Dody kemudian meminta pemerintah daerah segera menyerahkan data awal titik-titik infrastruktur yang rusak sebagai dasar penerjunan tim Kementerian PU ke lapangan.

"Untuk tahap pertama, tidak perlu terlalu detail dulu. Saya tahu data bencana pasti terus bertambah. Hari ini mungkin sekian, besok bisa bertambah lagi. Data awal saja diberikan kepada kami, kemudian tim bisa segera berkoordinasi dengan kepala daerah untuk mengecek satu per satu dan mulai bekerja," ujar Dody Hanggodo.

Fasilitas yang paling krusial bagi warga, menurutnya, harus diprioritaskan lebih dulu dalam proses pemulihan.

"Mana yang prioritas dan mana yang membutuhkan penanganan segera, itu yang kita mulai kerjakan. Kalau dari pemerintah kabupaten ada yang mau diajukan, silakan disampaikan. Pemerintah pusat memang berkewajiban membantu, dan kepala daerah juga menjadi perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah," kata Menteri PU Dody.

Sebagai tindak lanjut, Direktorat Jenderal Cipta Karya memobilisasi distribusi air bersih untuk memenuhi suplai harian masyarakat terdampak. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT turut memantau dan membersihkan titik longsor di ruas Wolowaru-Maumere, Malwatar-Batas Kota Ruteng, serta Aegela-Batas Kota Ende agar jalur transportasi antarwilayah tetap lancar.

Pendataan menyeluruh atas kerusakan permukiman dan infrastruktur dasar lainnya di Nagekeo dilaporkan masih terus dilanjutkan oleh tim di lapangan.

Reporter: Redaksi
Back to top