JAWA BARAT — Instruksi tegas tersebut disampaikan Kim Sang Sik jelang laga krusial kontra Malaysia. Pelatih asal Korea Selatan itu menilai tekanan tinggi sejak menit awal menjadi kunci untuk membongkar pertahanan lawan dan memanfaatkan peluang yang ada.
Kim Sang Sik tidak ingin para pemain depannya bermain aman atau menunggu momentum. Ia justru meminta skuadnya untuk langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit kick-off dibunyikan.
“Saya sudah sampaikan kepada para penyerang untuk terus menekan dan tidak memberi ruang bagi Malaysia mengembangkan permainan,” ujar Kim Sang Sik dalam konferensi pers sebelum pertandingan.
Instruksi ini menunjukkan ambisi besar Vietnam untuk tampil dominan di kandang lawan. Mereka tidak hanya ingin mencuri gol, tetapi juga mematikan permainan Malaysia sejak awal.
Permintaan Kim Sang Sik untuk tampil tanpa ampun ini lahir dari evaluasi atas hasil leg pertama. Ia ingin lini depannya lebih efektif dan klinis di depan gawang, serta tidak menyia-nyiakan peluang emas yang tercipta.
Pendekatan ini menjadi sinyal bahwa Vietnam datang ke Malaysia bukan untuk sekadar bertahan. Mereka siap bertarung terbuka demi meraih hasil maksimal dan memastikan langkah ke partai puncak.
Duel leg kedua semifinal ini menjadi penentu bagi kedua tim. Vietnam membutuhkan kemenangan atau hasil imbang dengan skor yang menguntungkan untuk memastikan kelolosan, sementara Malaysia berusaha memanfaatkan dukungan publik sendiri.
Dengan instruksi agresif dari pelatih, publik Vietnam berharap para penyerang tampil sesuai harapan. Pertandingan ini akan menjadi ujian nyata bagi efektivitas strategi Kim Sang Sik dalam tekanan laga knockout.