Tenis Meja Indonesia Pasang Target 8 Besar Asian Games 2026, Terakhir Raih Medali 48 Tahun Lalu

Penulis: Candra Setiabudi  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 05:44:01 WIB
Atlet tenis meja Indonesia menjalani pertandingan pada Grand Final IPL Season 2 di Trans Studio, Cibubur, Kamis (20/8/2026), sebagai bagian dari seleksi menuju Asian Games 2026.

JAWA BARAT — Tim Merah Putih membidik babak delapan besar pada Asian Games yang berlangsung 19 September hingga 4 Oktober 2026. Sekretaris Jenderal Indonesia Pingpong League (IPL), Yon Mardiyono, menyebut pencapaian itu sudah cukup bersejarah bagi tenis meja nasional.

"Jadi target realistis dengan masuk delapan besar itu sudah cukup menjadi sejarah tenis meja," kata Yon dalam jumpa pers Grand Final IPL Season 2 di Trans Studio, Cibubur, Kamis (20/8/2026).

Catatan 48 Tahun Tanpa Medali

Target ini bukan tanpa dasar. Pada Asian Games 2018, wakil Indonesia hanya mampu melaju hingga babak 32 besar lewat Ficky Supit Santoso di tunggal putra, serta Rina Sintya dan Kharisma Nur Hawwa di tunggal putri. Sementara di nomor beregu, baik putra maupun putri gagal menembus babak knockout.

Medali terakhir tenis meja Indonesia di Asian Games diraih pada 1978 di Bangkok. Saat itu, Empie Wuisan dan Sinyo Supit membawa pulang perak ganda putra setelah kalah dari wakil China.

Yon menambahkan peluang lebih besar justru terbuka di nomor ganda dan ganda campuran. "Mudah-mudahan ya, kita juga enggak tahu kalau mixed double, double, bisa tembus semifinal itu juga sangat luar biasa. Makanya, kalau menembus perempatfinal menjadi hal yang perlu diapresiasi," ujarnya.

Grand Final IPL Jadi Ajang Seleksi Atlet Pelatnas

Menuju Aichi-Nagoya, IPL menyiapkan 10 atlet inti—lima putra dan lima putri—plus dua cadangan. Grand Final IPL Season 2 yang berlangsung di Trans Studio Cibubur dimanfaatkan sebagai ajang try in bagi atlet Pelatnas sebelum melakoni World Tour di Filipina.

Yon menegaskan persiapan menuju ajang sebesar Asian Games tidak bisa instan. Kompetisi liga dipakai sebagai sarana menjaga ritme tanding sekaligus memetakan pemain terbaik yang layak membela negara.

"Jadi prestasi itu adalah sebuah proses. Kita tahu tahun depan akan ada SEA Games dan persiapannya tidak bisa satu-dua bulan. Jadi kami siapkan dari liga-liga pingpong ini supaya mereka berlatih dan bersiap terus, sehingga mereka tahu arahnya kemana," tuturnya.

"Dan sebagai pengurus kami menyiapkan ruang itu, atletnya pun harus diberitahu agar mereka tahu goalnya. Nah, dari Grand Final IPL Season 2 ini, atmosfer (kompetitif) ini yang ingin kami buat. Tinggal tugas kami cari best of the best untuk mewakili negara ini," tambah Yon.

Jalan Menuju Aichi-Nagoya

Setelah Grand Final IPL, para atlet akan diuji di World Tour Filipina sebagai pemanasan terakhir sebelum Asian Games. Tenis meja menjadi salah satu dari 35 cabang yang dikirim Indonesia ke Jepang.

Dengan persiapan berjenjang melalui kompetisi domestik dan turnamen internasional, harapan mengulang kejayaan 1978 mulai menemukan bentuknya—meski langkah pertama yang dijanjikan baru sebatas delapan besar.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: sport.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top