JAWA BARAT — Otoritas Jasa Keuangan menekankan kolaborasi regulator dan industri asuransi sebagai kunci menghadapi tantangan ekonomi serta transformasi digital menuju 2027. Penekanan itu disampaikan dalam forum FWD Economic Outlook 2027 bertajuk "Navigating Tomorrow with Confidence" di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (19/10).
Deputi Komisioner Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila menyebut penguatan pengelolaan risiko, peningkatan kapasitas, dan kemampuan sumber daya manusia sebagai tiga area yang perlu dibenahi bersama. Menurutnya, industri tidak bisa bergerak sendiri di tengah tekanan yang datang dari berbagai arah.
"Regulator dan Industri Perasuransian perlu berkolaborasi untuk melakukan penguatan pengelolaan risiko, peningkatan kapasitas, dan peningkatan kemampuan SDM yang ada untuk dapat tumbuh sehat dan berkelanjutan di tengah tantangan yang ada," kata Iwan dalam forum tersebut.
Pernyataan Iwan menempatkan kolaborasi bukan sebagai slogan, melainkan prasyarat teknis. Pengelolaan risiko yang lemah membuat industri rentan saat gejolak pasar muncul, sementara kapasitas dan kompetensi SDM yang tertinggal akan menyulitkan adopsi teknologi.
Transformasi digital disebut menjadi salah satu tantangan utama. Tekanan ini menuntut perusahaan asuransi berinvestasi pada sistem dan people, bukan hanya pada produk yang dijual ke nasabah.
Forum yang digelar di gedung bursa itu mempertemukan pelaku industri keuangan dengan regulator untuk membahas dinamika ekonomi, peluang, dan strategi menghadapi situasi pada 2027.
Direktur Utama FWD Insurance Jeffrey Woo memberi penekanan berbeda. Menurutnya, perubahan ekonomi tidak berhenti pada deretan angka dan indikator, tetapi bermuara pada keputusan yang diambil individu dan keluarga untuk masa depan mereka.
"Perubahan ekonomi tidak hanya berbicara mengenai angka dan indikator, tetapi juga tentang individu dan keluarga yang sedang mengambil keputusan untuk masa depan mereka," ujar Jeffrey dalam rilisnya, Selasa (20/10).
Pandangan itu menjelaskan mengapa FWD Insurance memilih menggelar forum terbuka, bukan sekadar kajian internal. Perusahaan ingin mendorong pemahaman yang lebih baik terhadap perkembangan ekonomi dan industri keuangan agar masyarakat serta pelaku industri dapat mempersiapkan diri menghadapi peluang dan risiko pada 2027.
Bagi pelaku industri, arahan OJK memberi kerangka kerja yang jelas: penguatan risiko, kapasitas, dan SDM menjadi prioritas yang akan dinilai. Perusahaan yang tertinggal di tiga area itu berisiko kehilangan daya saing saat kondisi pasar memburuk.
Bagi masyarakat dan pemegang polis, pesan forum ini lebih sederhana. Perencanaan keuangan jangka panjang, termasuk perlindungan asuransi, perlu disusun dengan asumsi yang realistis terhadap kondisi ekonomi 2027, bukan hanya berdasarkan kondisi saat ini.
FWD Insurance sendiri memposisikan forum ini sebagai bagian dari upaya edukasi pasar. Pemahaman yang lebih baik terhadap risiko dan peluang dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat maupun pelaku industri dalam mengambil keputusan keuangan.