Pencarian

Bandung Kulon Terpadat 20.540 Jiwa per Km Persegi, Kota Bandung Simpan Kontras Kependudukan di 5 Kecamatan

Senin, 19 Oktober 2026 • 13:01:02 WIB
Bandung Kulon Terpadat 20.540 Jiwa per Km Persegi, Kota Bandung Simpan Kontras Kependudukan di 5 Kecamatan
Kepadatan penduduk Kecamatan Bandung Kulon mencapai 20.540 jiwa per kilometer persegi.

BANDUNG — Kota Bandung menampung 2,57 juta jiwa atau 5,02 persen dari total penduduk Jawa Barat yang mencapai 51,16 juta jiwa. Konsentrasi itu menempatkan Kota Bandung sebagai salah satu wilayah terpadat di provinsi ini, jauh melampaui rata-rata Jawa Barat yang hanya 1.381 jiwa per kilometer persegi.

Meski padat, laju pertumbuhan penduduk Kota Bandung justru lebih lambat dari rata-rata provinsi. BPS mencatat pertumbuhan 0,87 persen per tahun, sementara Jawa Barat berada di 1,02 persen per tahun.

Bandung Kulon dan Babakan Ciparay: Padat tapi Beda Karakter

Kecamatan Bandung Kulon menjadi wilayah terpadat dengan 142.755 jiwa atau 5,60 persen dari total penduduk kota. Kepadatannya menyentuh 20.540 jiwa per kilometer persegi.

Di urutan kedua, Babakan Ciparay mencatat kepadatan 19.662 jiwa per kilometer persegi. Jumlah penduduknya justru lebih banyak, yakni 146.483 jiwa atau 5,75 persen dari total penduduk kota, dengan selisih 3.728 jiwa dari Bandung Kulon.

Perbedaan itu menunjukkan jumlah penduduk besar tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat kepadatan. Luas wilayah ikut menentukan berapa banyak orang yang menempati setiap kilometer persegi.

Cinambo dan Bandung Wetan: Wilayah Paling Sepi Penduduk

Kecamatan Cinambo menjadi wilayah dengan penduduk paling sedikit di Kota Bandung, yakni 26.903 jiwa atau 1,06 persen dari total. Kepadatannya 5.912 jiwa per kilometer persegi.

Bandung Wetan menyusul dengan 27.600 jiwa atau 1,08 persen dari total penduduk kota. Kepadatan di sana mencapai 8.023 jiwa per kilometer persegi, dengan laju pertumbuhan 0,48 persen per tahun.

Selisihnya mencolok. Jumlah penduduk Babakan Ciparay lebih dari lima kali lipat Cinambo, sedangkan kepadatan Bandung Kulon sekitar 3,5 kali lipat kepadatan Cinambo.

Cinambo Tumbuh Paling Cepat, Bandung Kulon Justru Melambat

Laju pertumbuhan penduduk Cinambo mencapai 1,03 persen per tahun. Angka itu melampaui rata-rata kota 0,87 persen dan sedikit di atas rata-rata provinsi 1,02 persen.

Sebaliknya, Bandung Kulon dan Babakan Ciparay sama-sama tumbuh 0,49 persen per tahun, di bawah rata-rata kota maupun provinsi. Kecamatan terpadat ternyata bukan yang pertumbuhannya paling cepat.

Implikasi bagi Perencanaan Fasilitas Publik

Perbedaan kepadatan dan laju pertumbuhan antar kecamatan menjadi pertimbangan dalam perencanaan pembangunan Kota Bandung. Wilayah padat membutuhkan fasilitas publik yang mampu mengimbangi kebutuhan warganya, terutama hunian layak, sanitasi, transportasi, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Wilayah berpenduduk relatif sedikit tetap butuh layanan dasar memadai sesuai kebutuhan masyarakatnya. Pemerataan fasilitas publik menjadi kunci agar pelayanan menjangkau penduduk di berbagai kecamatan secara optimal.

Data kependudukan 2026 memperlihatkan tantangan Kota Bandung bukan sekadar jumlah penduduk, melainkan persebarannya. Perencanaan pembangunan yang mempertimbangkan karakteristik tiap kecamatan diperlukan agar kebutuhan warga terpenuhi lebih merata.

Follow jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks