JAWA BARAT — Rio Ngumoha tampil gemilang saat Liverpool menghadapi Villarreal di Liga Champions dengan dua assist dan 9 dari 10 percobaan dribel sukses. Penampilan winger 18 tahun itu memantik pertanyaan soal posisi Bukayo Saka di Timnas Inggris dan kans kepindahan ke Arsenal.
Rio Ngumoha mentas sebagai starter di lini sayap kanan Liverpool pada laga Liga Champions melawan Villarreal. Catatan statistiknya di laga itu jadi bahan perbincangan: 14 progressive carries, 30 sentuhan, dan 10 dari 13 ground duel dimenangkan.
Angka-angka itu menempatkan Ngumoha dalam pembicaraan yang biasanya hanya pantas disematkan kepada Mohamed Salah. Dua assist dalam satu pertandingan Eropa adalah sinyal bahwa winger kelahiran 2008 tersebut bukan sekadar pelengkap skuad.
Statistik Ngumoha Melampaui Standar Winger Muda Liverpool
Dari 10 percobaan dribel, sembilan berhasil. Rasio itu terhitung luar biasa untuk pemain yang baru menjalani musim penuh pertamanya di tim utama Liverpool.
Konsistensi memang belum terbukti. Ancaman gol juga masih minim. Tapi pada usia 18 tahun, dua kekurangan itu justru menunjukkan ruang tumbuh yang masih luas.
Mikel Arteta Diam-diam Mengagumi Ngumoha
Jurnalis transfer David Ornstein mengungkap bahwa pelatih Arsenal, Mikel Arteta, termasuk pengagum bakat Ngumoha. Ketertarikan itu membuka kemungkinan winger tersebut berlabuh ke Emirates Stadium di masa depan.
Untuk Timnas Inggris, Ngumoha sudah menerima pemanggilan meski belum menembus starting XI. Bandingkan dengan Trent Alexander-Arnold yang di puncak kariernya di Anfield justru kerap absen dari susunan pemain nasional.
Mengapa Posisi Saka Mulai Terbaca Rawan
Bukayo Saka masih menjadi andalan Arsenal dan Inggris. Namun beban menit bermain di Premier League selama bertahun-tahun mulai meninggalkan jejak pada performanya musim ini.
Di sisi lain, Ngumoha punya keunggulan usia, agresivitas, dan momentum. Ia juga sempat menghabiskan satu musim belajar langsung di bawah bimbingan Salah di tim utama Liverpool.
Yang belum dimiliki Saka adalah gelar individu bergengsi. Ia belum pernah menyabet PFA Players' Player of the Year, Golden Boot, maupun Playmaker Award. Salah sudah mengoleksi tiga gelar PFA, bahkan Phil Foden punya satu.
Jalan Saka Mempertahankan Tempat
Jika ingin menahan laju Ngumoha, Saka harus menutup satu celah dalam permainannya: ketajaman sebagai pencetak gol. Kualitas itu belum dimiliki Ngumoha, dan jadi pembeda yang bisa menyelamatkan karier internasional Saka.
Persaingan di sayap kanan Inggris diprediksi memanas menuju 2030. Ngumoha disebut-sebut bakal jadi langganan skuad Three Lions, sementara Saka masih punya waktu membuktikan diri di fase kedua kariernya.