Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, memastikan harga sejumlah komoditas pangan pokok di pasaran masih dalam kondisi terkendali di tengah tren kenaikan harga beras dan daging ayam. Untuk menekan lonjakan harga, Pemkot Cirebon mengoperasikan Gerakan Pangan Murah (GPM) bulanan dan Mobil Pangan Keliling (Mol Pangling) mingguan yang menyasar permukiman warga.
CIREBON — Skema pembelian pangan murah yang dijalankan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon menunjukkan hasil di lapangan. Pada gelaran GPM ke-28 yang berlangsung di Lapangan Kesambi, stok daging ayam sebanyak 100 kilogram yang disiapkan sejak pukul 07.00 WIB habis terjual, sementara daging sapi dibanderol Rp130 ribu per kilogram—jauh lebih rendah dari harga pasar yang menyentuh Rp160 ribu.
Selisih harga yang signifikan juga terlihat pada komoditas telur ayam. Melalui program ini, warga bisa mendapatkan telur dengan harga Rp23 ribu per kilogram, padahal di pasaran komoditas serupa dijual Rp26 ribu per kilogram. Beras SPHP kemasan lima kilogram turut tersedia dengan banderol Rp58 ribu, melengkapi kebutuhan pokok warga seperti minyak goreng, cabai, dan bawang.
Mol Pangling Perluas Akses ke Wilayah Permukiman
Kepala DKP3 Kota Cirebon, Elmi Masruroh, menuturkan bahwa GPM berskala besar memang dijadwalkan rutin setiap bulan. Namun, untuk menjangkau warga yang bertempat tinggal jauh dari lokasi penyelenggaraan, pemerintah mengoperasikan Mobil Pangan Keliling (Mol Pangling) setiap pekan.
“Untuk GPM yang berskala besar dilaksanakan setiap bulan, sementara Mol Pangling kami jalankan setiap minggu,” kata Elmi di Cirebon, Kamis.
Strategi ini dinilai efektif memperpendek jarak tempuh warga untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan biaya lebih ringan. Alih-alih harus pergi ke pasar tradisional yang jaraknya jauh, warga cukup menunggu kedatangan armada pangan keliling di lingkungan tempat tinggalnya.
Harga Daging Ayam di Pasar Masih di Atas GPM
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengakui bahwa secara umum harga pangan masih terkendali. Meski begitu, terdapat beberapa komoditas yang mencatat kenaikan, di antaranya beras dan daging ayam. Kondisi ini yang membuat keberadaan pasar murah tetap dinantikan masyarakat.
“Daging ayam di pasaran berkisar Rp38 ribu per kilogram, sedangkan pada GPM dijual Rp35 ribu per kilogram,” ujar Edo.
Edo menjelaskan, perbedaan harga inilah yang membuat pangan murah tetap diminati masyarakat, meskipun kondisi kegiatan tidak selalu tampak ramai seperti pasar tradisional. Setelah mendapatkan kebutuhan yang dicari, warga biasanya langsung meninggalkan lokasi.
“Setelah mendapatkan kebutuhan yang dicari, masyarakat biasanya langsung pulang sehingga aktivitasnya terlihat tidak seramai pasar umum,” pungkasnya.
Harga Pangan di GPM Kota Cirebon
- Daging ayam: Rp35 ribu per kilogram (pasar Rp38 ribu)
- Daging sapi: Rp130 ribu per kilogram (pasar Rp160 ribu)
- Telur ayam: Rp23 ribu per kilogram (pasar Rp26 ribu)
- Beras SPHP 5 kg: Rp58 ribu per kemasan