BANDUNG — Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung tidak hanya dirayakan dengan lomba balap karung atau panjat pinang. Insan KAI memilih cara yang lebih menantang: menguji kekompakan dengan menarik lokomotif seberat 80 ton dan mengasah keterampilan teknis melalui lomba pemasangan Emergency Rail Bridge (ERB).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Daop 2 Bandung ini dirancang untuk menumbuhkan kebersamaan sekaligus meningkatkan kompetensi pegawai. EVP Daop 2 Bandung, Hendra Wahyono, menyebut momen kemerdekaan menjadi pengingat untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa kereta api.
Salah satu acara yang menyedot perhatian adalah lomba tarik lokomotif dengan berat 80 ton. Perlombaan ini tidak mengandalkan kekuatan fisik semata, melainkan kekompakan dan kerja sama tim antar pegawai.
Menurut Hendra, kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar pegawai di lingkungan KAI Daop 2 Bandung. "Semangat kemerdekaan kami maknai sebagai semangat untuk terus memberikan yang terbaik. Melalui berbagai kegiatan ini, kami ingin membangun kekompakan, kolaborasi, dan sinergitas antar pegawai," ujarnya.
Selain perlombaan, jajaran KAI Daop 2 Bandung juga menggelar kegiatan bertajuk Cek Lintas Kemerdekaan. Ini adalah pemeriksaan langsung terhadap kondisi jalur, prasarana perkeretaapian, dan peralatan operasional untuk memastikan semuanya dalam keadaan siap pakai.
Langkah ini diambil karena keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional kereta api. Hendra menegaskan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab seluruh insan KAI, bukan hanya satu bagian tertentu.
"Keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab dari salah satu bagian, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh insan KAI Daop 2 Bandung. Karena itu, kekompakan dan kolaborasi menjadi hal yang sangat penting," tambah Hendra.
Kegiatan lain yang tak kalah menarik adalah lomba pemasangan Emergency Rail Bridge (ERB) yang dilakukan oleh jajaran Prasarana KAI Daop 2 Bandung. ERB merupakan perangkat yang digunakan untuk mendukung penanganan prasarana perkeretaapian secara cepat dalam kondisi tertentu.
Lomba ini dikemas sebagai bagian dari pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman pegawai terhadap penggunaan alat kerja. Tujuannya, agar operasional kereta api dapat segera dipulihkan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan jika terjadi gangguan di lapangan.
Hendra berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. "Kami berharap semangat HUT Kemerdekaan RI ke-81 ini dapat terus dibawa dalam pekerjaan sehari-hari. Semangat pantang menyerah, gotong royong, disiplin, serta bekerja bersama menjadi modal penting bagi insan KAI Daop 2 Bandung untuk menghadapi berbagai tantangan operasional," tuturnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, KAI Daop 2 Bandung ingin meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, selamat, nyaman, andal, serta tepat waktu bagi seluruh pelanggan.