Howard Webb Sesalkan Keputusan FIFA yang Membebaskan Folarin Balogun dari Sanksi Piala Dunia

Penulis: Candra Setiabudi  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:19:31 WIB
Howard Webb menilai keputusan FIFA membebaskan Folarin Balogun dari sanksi sebagai preseden buruk bagi integritas olahraga.

JAWA BARAT — Webb, yang kini menjabat sebagai Kepala Perwasitan Sepak Bola Inggris, menyoroti kasus ini sebagai preseden buruk bagi integritas olahraga. Ia menegaskan bahwa kartu merah yang diterima penyerang Timnas AS itu saat melawan Bosnia-Herzegovina seharusnya berimplikasi pada sanksi larangan bermain, tetapi proses yang tidak transparan justru menghapuskannya.

"Kami tahu pasti bahwa kartu merah ditunjukkan. Saya paham mengapa itu diberikan. Kami tahu ada tekanan dari politisi kepada FIFA, karena itu diakui. Dan kami tahu sanksi itu dicabut untuk turnamen tersebut melalui proses yang tampaknya tidak ada sebelum turnamen dimulai," ujar Webb, seperti dikutip dari laporan yang beredar.

Tekanan Politik yang Merusak Kepercayaan Suporter

Webb menilai intervensi semacam ini memperparah kecenderungan suporter modern yang kerap melihat kesalahan wasit sebagai bagian dari konspirasi, bukan sekadar human error. Menurutnya, dunia perwasitan kini hidup di era yang jauh berbeda dari masa ia masih aktif memimpin pertandingan.

"Dulu, keputusan dinilai benar atau salah berdasarkan penilaian Anda. Sekarang, terlalu sering keputusan dinilai benar atau korup oleh orang-orang yang ingin menulis di media sosial. Mereka mencoba menarik kesimpulan dari keputusan yang tidak mereka setujui dan mencari motivasi di baliknya tanpa fakta atau bukti," tegas Webb.

CEO Liga Inggris Ikut Prihatin atas Kasus Balogun

Kekhawatiran serupa disampaikan CEO Premier League, Richard Masters. Ia menyayangkan perhatian publik justru teralihkan dari kualitas pertandingan Piala Dunia yang luar biasa, termasuk penampilan Spanyol dan perjuangan Inggris di semifinal, oleh kontroversi yang sulit dicerna ini.

"Seharusnya kita berbicara tentang Piala Dunia dan sepak bola yang dimainkan, Spanyol yang jelas merupakan tim terbaik, dan kekalahan semifinal Inggris yang menyakitkan. Kita tidak melakukan itu. Kita malah membicarakan masalah lain. Saya pikir itu sangat disayangkan," ungkap Masters.

Liga Inggris Siapkan Langkah Baru demi Transparansi

Menjelang musim baru, badan perwasitan Inggris yang kini berganti nama menjadi Pro Ref berkomitmen meningkatkan akuntabilitas. Untuk pertama kalinya, penilaian independen terhadap keputusan krusial wasit akan dipublikasikan setiap pekan, termasuk rekaman audio komunikasi wasit dengan pemain selama pertandingan.

Pro Ref juga memperluas tim asisten wasit video (VAR) di Stockley Park untuk memangkas waktu intervensi yang rata-rata mencapai 41 detik per kejadian. "Saya lebih memilih intervensi yang terlewat daripada intervensi berlebihan," kata Webb, menegaskan prioritasnya pada kecepatan dan akurasi keputusan di lapangan.

Aturan Baru untuk Pelanggaran di Kotak Penalti

Musim ini, wasit juga akan lebih tegas menghukum aksi tarik-menarik baju atau memeluk pemain saat situasi bola mati. Webb memastikan kebijakan ini berlaku konsisten sepanjang musim, meski ia menolak berkomitmen menghukum semua kontak fisik. "Kontak masih bagian dari permainan, kami tetap mempertahankan ambang batas yang tinggi, tetapi musim depan kita akan melihat lebih banyak pelanggaran yang dihukum," pungkasnya.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top