Danantara Pangkas 49 Entitas Telkom, Peran TLKM Berubah Total Jadi Strategic Holding

Penulis: Bayu Nugroho  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:00:01 WIB
Rapat kerja transformasi struktur Telkom menjadi strategic holding berlangsung di Kantor Pusat Telkom, Bandung, Jawa Barat, Rabu (19/8).

JAWA BARAT — Transformasi ini bukan sekadar ganti posisi, melainkan perubahan cara kerja fundamental. Nantinya, Telkom sebagai induk tidak lagi mengurusi operasional teknis sehari-hari, melainkan fokus pada pengelolaan portofolio, alokasi modal, tata kelola, dan penciptaan sinergi antar-entitas.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa transformasi ini adalah bagian dari proses streamlining struktur Telkom. "Transformasi diarahkan dari operating holding menjadi strategic holding dengan Telkom berfokus pada pengelolaan portofolio, alokasi modal, tata kelola, sinergi grup dan penciptaan nilai," ujarnya dalam keterangan yang dikutip Kamis (20/8).

Ramping Drastis: Dari 67 Entitas Menyusut ke 18

Rencana ini bukan isapan jempol belaka. Hingga pertengahan 2026, Telkom sudah memangkas 34 entitas dari struktur grupnya. Saat ini, total entitas yang dikelola mencapai 67, terdiri dari 58 anak perusahaan dan sembilan investasi minoritas. Targetnya, angka itu menyusut drastis menjadi hanya 18 entitas.

Penyederhanaan ini diarahkan untuk membentuk struktur bisnis yang lebih fokus dan efisien. Dengan model baru, aktivitas operasional akan dijalankan oleh entitas bisnis atau operating company (OpCo) yang lebih spesifik sesuai bidang masing-masing. Sementara itu, Telkom sebagai induk akan berperan sebagai pengelola portofolio dan modal.

Pembahasan transformasi ini telah dilakukan Dony bersama Direktur Utama TLKM, Dian Siswarini, pada Rabu (19/8). Dalam pertemuan tersebut, Dian melaporkan bahwa Telkom terus mempercepat penataan struktur grup dengan memangkas jumlah entitas.

Bisnis Enterprise Jadi Andalan Baru

Di tengah restrukturisasi besar-besaran, Telkom juga membenahi lini bisnis enterprise atau B2B. Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, mengatakan penataan dilakukan untuk membenahi organisasi, memperkuat tata kelola, serta menyederhanakan proses bisnis di segmen tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi TLKM 30 sekaligus sinergi dengan Danantara untuk memperkuat kapabilitas digital nasional. "Indonesia membutuhkan kapabilitas digital nasional yang kuat untuk menjawab tantangan artificial intelligence (AI), keamanan siber, data sovereignty, hingga AI sovereignty," ujar Veranita.

Saat ini, bisnis enterprise menyumbang sekitar 11% terhadap pendapatan Telkom atau sekitar Rp 19 triliun. Kontribusi ini dinilai masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan, mengingat pada perusahaan telekomunikasi global, segmen enterprise bisa menyumbang 20% hingga 30% atau lebih terhadap total pendapatan.

InfraCo Tahap II: Aset Raksasa Dilepas

Perubahan struktur juga berjalan melalui pemisahan sejumlah bisnis. Telkom berencana melanjutkan pemisahan unit Wholesale Fiber Connectivity atau InfraCo Tahap II kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau InfraNexia. Nilai transaksi rencana pemisahan ini mencapai Rp 49,86 triliun.

Aksi korporasi ini melanjutkan proses pemisahan InfraCo Tahap I yang telah dilakukan pada Januari 2026. Dengan serangkaian langkah ini, Telkom berharap dapat menciptakan struktur yang lebih ramping, efektif, dan mampu mengoptimalkan kontribusinya dalam ekosistem Danantara serta perekonomian nasional.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top