Milad ke-36 Ponpes Nurul Huda Kuningan, Turnamen Voli Santri Putri Tetap Pakai Busana Syar'i

Penulis: Darmawan Putra  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:34:01 WIB
Atlet voli santri putri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Kuningan berlaga dengan mengenakan busana olahraga syar'i pada turnamen antarponpes.

KUNINGANNuansa kompetisi menyelimuti lapangan voli Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan sejak hari pertama turnamen antarpondok pesantren se-Kabupaten Kuningan bergulir. Kejar-mengejar poin dan dukungan gemuruh dari masing-masing tim membuat sejumlah laga berjalan ketat, namun tetap diwarnai semangat persaudaraan antar santri.

Yang menjadi pembeda dari turnamen pada umumnya, para atlet tetap tampil dengan pakaian olahraga sopan yang menutup aurat. Identitas kepesantrenan tidak luntur meski mereka berlaga di lapangan.

Sportivitas dan Silaturahmi Jadi Prioritas Utama

Penyelenggaraan perdana ini ternyata menyedot animo tinggi dari berbagai ponpes di Kabupaten Kuningan. Turnamen tidak hanya dimaknai sebagai ajang adu kemampuan, melainkan juga ruang untuk mempererat ukhuwah antarsantri dan antarlembaga pendidikan Islam.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Ny. Hj Sarah Nurhayati Lc MPd menyampaikan selamat bertanding kepada seluruh tim yang hadir. Ia berpesan agar para santri menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga adab dan nilai-nilai kesantrian.

Apresiasi untuk Antusiasme Peserta

Pembina voli putri tersebut mengaku bangga dengan partisipasi yang luar biasa pada turnamen yang baru pertama kali digelar ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan semakin berkembang pada tahun-tahun mendatang.

Menurutnya, olahraga menjadi sarana pembinaan santri yang efektif untuk membangun kedisiplinan, kekompakan, kepercayaan diri, dan sportivitas. Di saat yang sama, nilai-nilai pesantren tetap dijaga ketat, termasuk dalam hal tata cara berpakaian dan berinteraksi selama kegiatan berlangsung.

Santri Putri Bisa Aktif Tanpa Meninggalkan Nilai Syar'i

Turnamen ini menjadi bukti bahwa santri putri mampu berprestasi dan kompetitif tanpa mengesampingkan identitas serta nilai-nilai syar'i. Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dalam setiap kegiatan olahraga di lingkungan pesantren.

Melalui ajang ini, Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan berharap rangkaian Milad ke-36 tidak sekadar menjadi perayaan seremonial. Kegiatan ini dirancang menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus membuka ruang positif bagi pengembangan minat dan bakat santri di Kabupaten Kuningan.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: kuninganmass.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top