Tim panjat tebing Indonesia memastikan diri finis di peringkat keempat klasemen World Climbing Asia Youth Championship 2026 usai menambah dua medali perunggu pada nomor speed relay di Guiyang, China. Tambahan itu membuat total koleksi Indonesia menjadi satu emas dan tiga perunggu, dengan dua di antaranya dipersembahkan atlet asal Jawa Barat.
JAKARTA — Dua medali perunggu tambahan itu masing-masing dipersembahkan pasangan Naura Jasmine Rayya Syafiqa dan Keyzia Queenme Candley Riwoe pada nomor speed relay putri U-17 serta Amirul Rizqi Febriansyah dan Malik Baqmuhyibar pada nomor speed relay putra U-19, Selasa.
Khusus untuk Amirul, namanya tercatat sebagai salah satu andalan Jawa Barat di cabang panjat tebing. Prestasi ini menegaskan posisi provinsi tersebut sebagai pemasok atlet muda potensial untuk tim nasional.
Naura dan Keyzia mengamankan podium ketiga setelah mencatatkan waktu 18,81 detik pada babak final. Mereka sebelumnya menempati peringkat ketiga kualifikasi dengan waktu terbaik 16,82 detik.
Pada perebutan medali perunggu, pasangan Indonesia tersebut berhasil mengalahkan wakil Korea Selatan. China mendominasi nomor itu dengan tim China-1 merebut emas setelah mencatatkan waktu 15,13 detik, disusul China-2 dengan 15,85 detik.
Sementara itu, Amirul dan Haddan meraih perunggu pada nomor speed relay putra U-19 setelah mencatatkan waktu 11,09 detik pada babak final. Pasangan Indonesia tersebut mengawali persaingan dengan hasil positif setelah menempati peringkat kedua babak kualifikasi dengan waktu 10,96 detik.
China meraih medali emas dengan catatan 10,57 detik, sementara Korea Selatan menempati posisi kedua setelah atletnya mengalami jatuh. Kazakhstan berada di peringkat keempat dengan 11,27 detik dan Jepang di posisi kelima dengan 12,32 detik.
Tambahan dua perunggu tersebut melengkapi dua medali yang sebelumnya diraih Indonesia melalui nomor individu. Atlet muda Indonesia Ardana Cikal Damarwulan lebih dulu mempersembahkan medali emas pada nomor boulder putra U-17.
Cikal menjadi yang terbaik di babak final dengan skor 69,7, mengungguli Takumi Nakayama dari Jepang dan Jungyoon Choi dari Korea Selatan yang sama-sama mengoleksi skor 69,2.
Medali lainnya dipersembahkan Laksamana Krido Swarnabhumi melalui nomor speed putra U-17. Krido meraih perunggu setelah mencatatkan waktu 5,43 detik pada babak perebutan tempat ketiga, sekaligus menjadi catatan waktu terbaik pribadinya dan podium pertama dalam kiprahnya di kejuaraan panjat tebing tingkat Asia.
Dengan total satu emas dan tiga perunggu, Indonesia menempati peringkat keempat klasemen perolehan medali World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026.