Pencarian

Danantara Petakan Ulang Rute Kapal, Kereta, dan Logistik Nasional demi Hapus "Missing Link"

Kamis, 20 Agustus 2026 • 13:41:31 WIB
Danantara Petakan Ulang Rute Kapal, Kereta, dan Logistik Nasional demi Hapus
Danantara Indonesia memetakan ulang rute kapal, kereta, dan logistik nasional untuk menghapus titik layanan yang terputus.

JAWA BARAT — Danantara Indonesia tidak hanya berhenti pada pengelolaan dividen BUMN. Kini, holding raksasa pelat merah itu bergerak membenahi salah satu sektor paling vital bagi masyarakat: transportasi dan logistik. Langkah ini diambil setelah Badan Pengelola BUMN menilai masih banyak titik layanan publik yang belum memenuhi standar kenyamanan.

"Sudah tidak zamannya lagi masyarakat tidak mendapatkan pelayanan yang baik. Karena itu, seluruh proses perlu terus dievaluasi," ujar Dony Oskaria, Kamis (20/8/2026).

Mengapa Peta Konektivitas Ini Penting?

Dony Oskaria bersama jajaran Danantara Asset Management (DAM) tengah memimpin proses pemetaan mendalam. Mereka mengaudit seluruh aset BUMN, titik simpul transportasi, rute perjalanan, hingga kualitas layanan di lapangan. Proses ini bertujuan mendeteksi persoalan kronis yang selama ini mengganggu distribusi barang dan mobilitas orang.

Beberapa masalah klasik yang menjadi sorotan adalah jalur yang terputus di tengah jalan, penyumbatan rute di pelabuhan atau stasiun, serta tumpang tindih jaringan antar-BUMN yang membuat biaya logistik membengkak. Dengan peta terpadu ini, pemerintah bisa melihat gambaran utuh dan mengambil keputusan berbasis data, bukan perkiraan.

Bukan Sekadar Proyek Bisnis

Dony menegaskan bahwa pembenahan ini tidak boleh berorientasi pada keuntungan semata. Ia mengingatkan bahwa transformasi yang tidak dirasakan langsung oleh penumpang dan pengguna jasa hanyalah konsep di atas kertas.

"Kalau transformasi ini tidak dirasakan, ya percuma saja, hanya menjadi konsep di atas kertas," tegasnya.

Oleh karena itu, Danantara menyoroti pentingnya pengalaman penumpang (user experience) di setiap fase perjalanan. Mulai dari persiapan sebelum berangkat, layanan selama di dalam kapal atau kereta, hingga kepastian keamanan saat tiba di tujuan akhir.

"Kita harus memastikan sejak sebelum keberangkatan, misalnya saat naik kapal, pengalaman apa yang ingin dibangun. Lalu selama di perjalanan, layanan seperti apa yang harus dirasakan penumpang. Dan ketika tiba di tujuan, apa yang perlu dipastikan agar pengalaman tersebut tetap positif dan berkesan," jelas Dony.

Dampak yang Diharapkan Masyarakat

Jika peta konektivitas ini berhasil dieksekusi, dampaknya akan langsung terasa di sektor riil. Biaya distribusi barang antar-pulau diharapkan turun signifikan karena rute tidak lagi tumpang tindih. Waktu tempuh penumpang juga bisa lebih singkat dengan integrasi antarmoda yang mulus—misalnya koneksi langsung antara pelabuhan dan stasiun tanpa hambatan.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah menekan biaya logistik nasional yang selama ini menjadi salah satu penghambat daya saing produk dalam negeri. Dengan ekosistem transportasi yang lebih efisien, konektivitas antarwilayah tidak lagi menjadi penghalang pertumbuhan ekonomi di daerah terpencil.

Publik kini menunggu langkah konkret berikutnya dari Danantara. Setelah pemetaan selesai, tahapan selanjutnya adalah eksekusi di lapangan—di mana pembenahan ini akan diuji: apakah hanya menjadi dokumen perencanaan, atau benar-benar mengubah cara masyarakat Indonesia bepergian dan mengirim barang.

Follow jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks