Pencarian

AS Perluas Sanksi Ekonomi ke Iran, Harga Minyak Dunia Berpotensi Jatuh dan Cina Ikut Terdampak

Kamis, 20 Agustus 2026 • 13:43:02 WIB
AS Perluas Sanksi Ekonomi ke Iran, Harga Minyak Dunia Berpotensi Jatuh dan Cina Ikut Terdampak
Presiden AS Donald Trump mengumumkan perluasan sanksi ekonomi terhadap Iran melalui unggahan di media sosial Truth.

JAWA BARAT — Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump melalui unggahan di media sosial Truth, setelah batas waktu 60 hari perundingan dengan Iran berakhir tanpa hasil pada Juni 2026. Trump menegaskan Washington akan mulai menerapkan kebijakan tersebut pada pekan depan, meski tidak merinci instrumen baru apa yang akan digunakan selain sanksi yang sudah berjalan.

Cina dan UEA Jadi Sasaran Tekanan Ekonomi Baru

Trump memperingatkan akan memperluas sanksi kepada negara mana pun yang masih memberikan dukungan ekonomi kepada Teheran. Ia meminta negara sekutu mengisolasi Iran dan menghentikan berbagai bentuk transaksi, mulai dari penyelundupan minyak, transfer tunai, hingga pendaftaran kapal dan perusahaan kedok.

Peringatan ini jelas mengarah ke Cina, yang tercatat sebagai mitra dagang terbesar Iran. Data perusahaan analitik Kpler pada 2025 menunjukkan Cina menyerap lebih dari 80% total minyak Iran yang dikirim melalui jalur laut. Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) telah mengambil langkah awal dengan menangguhkan transaksi keuangan dan ekonomi dengan Iran pada Selasa malam, sebuah keputusan yang berpotensi memutus akses Teheran terhadap barang impor dan jalur finansial global.

Skala Sanksi Capai Ribuan Entitas dan Aset Kripto

Tekanan ekonomi terhadap Iran sebenarnya bukan hal baru. Sejak akhir 1970-an, Washington bersama PBB dan Uni Eropa telah memberlakukan berbagai sanksi terkait program nuklir, dugaan pelanggaran HAM, dan dukungan terhadap kelompok militan. Namun, intensitasnya meningkat tajam sejak perang Iran dimulai pada Februari lalu.

Data Office of Foreign Assets Control (OFAC) Kementerian Keuangan AS menunjukkan lebih dari seribu individu, kapal, dan pesawat telah dijatuhi sanksi sejak Trump memulai masa jabatan keduanya. Langkah terbaru bahkan mencakup pembekuan aset kripto yang diperkirakan terkait dengan Iran, dengan nilai mencapai sekitar US$500 miliar.

Potensi Dampak ke Harga Minyak dan Pasar Global

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan langkah-langkah baru ini akan menjadi yang terbesar dalam sejarah isolasi ekonomi suatu negara. "Nantikan pengumuman lebih lanjut pekan depan karena kami akan menerapkan langkah-langkah yang belum pernah terlihat dalam sejarah isolasi ekonomi suatu negara," ujarnya dalam wawancara dengan Newsmax pada Rabu.

Trump sendiri memperkirakan kebijakan ini bakal mengubah dinamika pasar energi. Ia menilai jika tekanan ekonomi berhasil menekan ekspor minyak Iran, harga minyak dunia berpotensi turun tajam. "Kami memiliki sanksi yang sangat keras dan kita lihat apa yang terjadi. Hasilnya bisa sangat baik dan harga minyak akan jatuh seperti batu, atau kami akan terus melakukan persis seperti yang sedang kami lakukan," kata Trump.

Ketidakpastian di Selat Hormuz menjadi faktor krusial dalam dinamika ini. Jalur pelayaran tersebut mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dunia, dan kekhawatiran akan gangguan telah membuat sebagian pemilik kapal menghindari rute tersebut, meningkatkan biaya pengiriman dan premi risiko asuransi.

Bagi Indonesia, kebijakan ini patut dicermati. Sebagai negara pengimpor minyak, penurunan harga minyak dunia akibat keberhasilan sanksi dapat meringankan beban APBN dan tekanan inflasi. Sebaliknya, jika konflik memicu gangguan pasokan yang lebih parah, lonjakan harga energi akan kembali memberatkan nilai impor dan kurs rupiah. Investor pun disarankan mencermati pergerakan harga komoditas energi dalam beberapa pekan ke depan.

Follow jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks