JAWA BARAT — Serangan udara yang menyasar infrastruktur energi Rusia kembali memakan korban jiwa. Sebuah puing drone yang ditembak jatuh justru menghantam sebuah bus antarkota di Yaroslavl, menewaskan satu warga sipil dan melukai 27 orang lainnya, demikian diungkapkan Gubernur Mikhail Yevrayev.
Yang terbaru, militer Ukraina mengklaim berhasil menghantam fasilitas Slavneft-Yanos, salah satu kilang minyak terbesar di Rusia. Kiev menyebut fasilitas ini memasok bahan bakar dan pelumas vital bagi peralatan militer Rusia di garis depan.
Kilang Strategis yang Jadi Langganan Serangan
Kilang Slavneft-Yanos bukan target baru. Laporan independen mencatat fasilitas ini telah menjadi sasaran serangan drone setidaknya tujuh kali sepanjang tahun 2026. Serangan terbaru ini menegaskan bahwa fasilitas energi Rusia masih menjadi prioritas utama strategi perang Ukraina untuk mengganggu logistik lawan.
Data dari Kementerian Pertahanan Rusia menunjukkan intensitas serangan yang luar biasa tinggi. Dalam rentang Kamis (3/9) malam hingga Jumat (4/9) pagi, Rusia mengklaim mencegat 512 drone Ukraina yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Krimea. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi sejak konflik dimulai.
Presiden Zelensky Konfirmasi Serangan ke Pangkalan Strategis
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky buka suara terkait operasi ini. Ia mengonfirmasi bahwa badan keamanan dalam negeri Ukraina, SBU, turut menyerang sebuah pesawat pembawa rudal Tu-95MS yang berada di Engels, wilayah Saratov. Pangkalan ini dikenal sebagai salah satu basis utama armada bomber strategis Rusia.
Serangan tidak hanya terjadi di Yaroslavl. Di Pavlovsky Posad, wilayah Moskwa, sebuah drone menghantam toko swalayan Magnit hingga memecahkan kaca klinik di dekatnya. Gubernur Moskwa Andrei Vorobyov memastikan klinik tetap beroperasi meski mengalami kerusakan.
Korban di Wilayah Perbatasan Belgorod
Wilayah Belgorod yang berbatasan langsung dengan Ukraina kembali menjadi zona paling berisiko. Dalam 24 jam terakhir, serangan Ukraina di wilayah ini menewaskan dua orang dan melukai sembilan lainnya. Wilayah ini memang kerap menjadi sasaran tembakan lintas batas dan serangan drone sejak awal konflik berkecamuk.
Militer Ukraina sendiri belum memberikan komentar resmi mengenai klaim Rusia soal 512 drone yang berhasil dicegat. Namun, pola serangan yang menyasar kilang minyak dan pangkalan militer menunjukkan upaya Kiev untuk melemahkan kemampuan perang Rusia dari dalam, bukan hanya di garis depan.
Eskalasi ini terjadi di tengah kebuntuan diplomasi yang berkepanjangan. Selama ini, Rusia memang kerap menuding Ukraina menargetkan warga sipil, sementara Kiev membalas dengan menyebut serangannya hanya menyasar infrastruktur militer dan energi yang mendukung operasi perang Rusia.