PANGANDARAN — Operasi gabungan yang digelar Bapenda Kabupaten Pangandaran selama tiga hari, Selasa-Kamis (8-10/9/2026), tidak hanya berujung pada penindakan. Pos pelayanan yang didirikan di lokasi razia justru menjadi solusi bagi wajib pajak yang kendaraannya mati masa STNK.
Kepala Bidang Pajak Daerah Lainnya (PJDL) Bapenda Kabupaten Pangandaran, Jumsa, menyebut operasi ini digelar di sejumlah titik, salah satunya Pertigaan arah Karapyak, Kalipucang. Pemeriksaan melibatkan petugas gabungan dari Bapenda Provinsi Jawa Barat, kepolisian, polisi militer, Jasa Raharja, dan Dinas Perhubungan.
Realisasi Baru 64 Persen dari Target Rp 21,7 Miliar
Jumsa menyampaikan, target penerimaan opsen PKB dan BBNKB tahun ini mencapai Rp 21,7 miliar. Hingga hari pertama operasi, realisasi penerimaan baru sekitar 64 persen dari angka tersebut.
"Target kami opsen PKB dan BBNKB Rp 21,7 miliar. Hari pertama baru 64 persen," ujarnya.
Operasi ini menjadi salah satu instrumen untuk mengejar sisa target yang belum tercapai. Selain itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi agar masyarakat lebih sadar memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor.
Pos Pelayanan di Lokasi: Bayar Pajak Tanpa ke Samsat
Masyarakat yang kendaraannya belum membayar pajak saat terjaring operasi tidak langsung ditilang. Petugas menyediakan pos pelayanan di lokasi untuk memudahkan pembayaran tanpa harus datang ke kantor Samsat Pangandaran.
"Alhamdulillah hari ini masyarakat sudah mulai sadar. Yang tidak bayar bisa melakukan pembayaran di lokasi. Hari ini banyak yang bayar dan dengan adanya operasi ini banyak terbantu masyarakat yang tidak membayar langsung ke Samsat, bisa dilayani di pos pelayanan," kata Jumsa.
Bagi wajib pajak yang belum dapat melakukan pembayaran saat pemeriksaan, petugas memberikan kesempatan melalui surat pernyataan. Tenggat yang diberikan satu hingga dua minggu sejak pemeriksaan berlangsung.
"Para wajib pajak buat surat pernyataan untuk membayar. Bisa disanggupi satu-dua minggu," jelasnya.
Warga Luar Daerah Ikut Terbantu Layanan Cetak STNK di Lokasi
Operasi gabungan ini ternyata juga dimanfaatkan warga luar daerah yang kebetulan melintas. Pawit Sutrisno, warga asal Jawa Tengah, mengaku terbantu dengan adanya pos pelayanan di Pertigaan arah Karapyak, Kalipucang. Ia sedang dalam perjalanan dan masa aktif STNK-nya tinggal satu minggu lagi.
"Tujuan saya memang mau perpanjang STNK karena sekitar satu minggu lagi masa aktif habis. Kebetulan pas lewat ada razia di sini. Pelayanannya bisa cetak langsung STNK, jadi sekalian saja. Kita enggak usah jauh-jauh ke Samsat Pangandaran," ujarnya.